Pandeglang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat menangani ambruknya jembatan di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Langkah darurat yang diambil adalah pemasangan jembatan bailey untuk memulihkan akses mobilitas warga.
Penanganan Mendesak Akses Warga
Plt UPTD-PJJ Pandeglang pada DPUPR Banten, Yan Ardiyansyah, menyatakan bahwa instruksi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong percepatan penanganan. “Kami diperintahkan langsung oleh Gubernur Banten Pak Andra Soni untuk segera menangani perbaikan jembatan yang roboh ini dengan mengirimkan jembatan bailey,” ujar Yan di lokasi pada Kamis (5/2/2026).
Yan menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk ini merupakan jalur vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk pelajar dan para pedagang. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan efektif menjadi prioritas utama. “Hal ini dilakukan karena kita melihat akses jalan ini ruas utama yang dipergunakan oleh masyarakat khususnya anak-anak sekolah dan pedagang, sehingga sangat penting sekali jalur ini diperbaiki,” tambahnya.
Target Perbaikan Enam Hari
Proses pemasangan jembatan bailey ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam hari, dengan catatan kondisi cuaca mendukung. Selama pengerjaan, jembatan kayu sementara yang dibuat oleh warga akan dibongkar terlebih dahulu. “Melakukan perbaikan menggunakan jembatan bailey selama enam hari ke depan dimulai besok, mudah-mudahan tidak terganggu kondisi cuaca,” ucapnya.
Jembatan yang ambruk sebelumnya merupakan penghubung antardesa di Desa Sinarjaya, Mandalawangi, Pandeglang, yang melayani akses ke empat desa. Peristiwa ambruknya jembatan ini terjadi pada Sabtu (30/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Sementara diduga karena curah hujan yang deras, dan jembatan sudah tua,” kata salah seorang warga setempat, Agis, pada Minggu (1/2/2026).






