Sepakbola

Inter Milan Kesulitan Taklukkan Tim Besar, Cristian Chivu Tantang Anak Asuhnya

Advertisement

Milan – Inter Milan menghadapi ujian berat saat menjamu Arsenal di Giuseppe Meazza pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Catatan head-to-head Inter melawan tim-tim besar musim ini menunjukkan performa yang kurang memuaskan.

Tren Positif di Serie A

Meskipun demikian, Inter datang ke pertandingan ini dengan modal positif di Serie A. Tim berjuluk La Beneamata ini berhasil meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir di liga domestik. Tren ini diharapkan dapat mendongkrak mental dan semangat para pemain Inter dalam menghadapi Arsenal, yang saat ini memuncaki klasemen Liga Champions dengan raihan sempurna 18 poin dari enam laga.

Rekor Buruk Melawan Rival

Namun, catatan Inter saat bertemu tim-tim sepadan di Italia justru memprihatinkan. Dalam 14 laga terakhir melawan tiga rival utamanya, yaitu Juventus, Napoli, dan AC Milan, Inter belum sekalipun meraih kemenangan. Situasi serupa juga terjadi di Liga Champions musim ini, di mana Inter menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool. Arsenal menjadi tim raksasa ketiga yang akan dihadapi Inter dalam empat matchday terakhir Liga Champions.

Optimisme Pelatih

Meskipun dihadapkan pada rekor yang kurang menguntungkan, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tetap optimistis. Ia menantang para pemainnya untuk mengakhiri catatan buruk tersebut sekaligus menjaga peluang tim untuk finis di delapan besar fase liga dan lolos ke babak berikutnya.

Advertisement

“Kami paham betul betapa pentingnya laga besok; kami ingin finis delapan besar dan lolos langsung ke babak berikutnya,” ujar Chivu seperti dikutip dari Football Italia.

Chivu menambahkan, “Kami juga ingin menghentikan catatan buruk yang dibilang banyak orang, kami paham sekali itu tidak mudah. Kami harus melakukan yang terbaik.”

Pelatih asal Rumania itu menekankan pentingnya ketelitian dalam pertandingan krusial seperti ini. “Kami pantang bikin kesalahan; laga-laga seperti ini ditentukan detil terkecil. Anda harus tahu kapan membaca momen,” tutupnya.

Advertisement