Berita

Indonesia Siap Kirim 8.000 Tentara ke Gaza, Penuhi Hampir 50% Target Pasukan Perdamaian

Advertisement

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan komitmen Indonesia untuk mengirimkan 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, melalui forum Board of Peace (BoP). Jumlah ini hampir separuh dari total target pasukan yang dibutuhkan.

Apresiasi dari Donald Trump

Meutya Hafid mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengapresiasi komitmen Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membantu perdamaian di Palestina. Trump menyebutkan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk mengirimkan 8.000 tentaranya.

“Presiden Amerika (Donald Trump) kemudian mengapresiasi dan mengatakan bahwa Presiden Indonesia (Prabowo Subianto) ini kuat dalam konteks dia juga menyampaikan, bahwa sudah ada komitmen untuk mengirimkan tentaranya untuk membantu perdamaian di Palestina, 8.000 tentara, nggak sedikit,” kata Meutya dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (23/2/2026).

Kontribusi Indonesia dalam Skema BoP

Target awal pasukan dalam skema BoP adalah 20.000 personel. Dengan komitmen Indonesia mengirimkan 8.000 pasukan, hal ini berarti Indonesia telah memenuhi hampir 50 persen dari target tersebut.

“Target BoP untuk tentara 20 ribu, dan kalau kita 8.000, ya kita sudah hampir 50 persen gitu, dan itu peran Indonesia yang saya rasa luar biasa, terdepan, dengan segala risiko,” ujar Meutya.

Dalam rapat perdana BoP, pembagian peran antarnegara mulai terlihat. Beberapa negara berkontribusi dalam bentuk pendanaan, pengiriman prajurit, hingga bantuan sektor lain seperti rekonstruksi.

“Kita nggak pernah tuh bisa dulu hadir 8.000 tentara kita melakukan giat-giat kemanusiaan di Palestina. It’s a breakthrough, it would be a new history,” tambahnya.

Advertisement

Isu Kontribusi Dana

Terkait isu kontribusi dana sebesar USD 1 miliar, Meutya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kewajiban bagi Indonesia untuk melakukan pembayaran. Donald Trump menyebut negara-negara yang membantu dan yang sudah berkomitmen USD 1 miliar, namun Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut. Trump justru menyoroti komitmen 8.000 tentara Indonesia.

“Jadi kan dia (Donald Trump) menyebut negara mana yang membantu, negara mana yang sudah komit USD 1 miliar, Indonesia kan nggak disebut. Dia menyebut Indonesia itu yang 8.000 tentaranya gitu,” jelas Meutya.

Meutya menambahkan bahwa komunikasi langsung dengan tim di lapangan masih terus berjalan dan belum ada pembayaran yang dilakukan. Jika Indonesia berkontribusi dana di kemudian hari, hal tersebut akan didasarkan pada kesadaran untuk digunakan bagi rekonstruksi di Palestina.

“Jadi saya belum berkomunikasi langsung dengan tim di sana, tapi rasanya ini juga masih ongoing ya, bukan berarti kita sudah bayar gitu. Pun nanti kita ikut, jadi artinya tidak ada kewajiban. Pun kita ikut, itu atas kesadaran bahwa ini akan dipergunakan untuk rekonstruksi di Palestina,” sambungnya.

Fokus Penggunaan Dana dan Jaminan Program Dalam Negeri

Pemerintah memastikan bahwa jika ada kontribusi dana, penggunaannya akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan rekonstruksi di Palestina. Selain itu, bantuan tersebut tidak akan mengganggu program-program prioritas dalam negeri.

“Jadi selama itu kita bisa kontrol dan pastikan bahwa itu memang untuk rekonstruksi di Palestina, saya rasa itu bukan hal yang perlu diperdebatkan karena toh dari dulu semangat kita adalah membantu Palestina,” tutur Meutya.

Advertisement