Berita

Indonesia Bergabung Board of Peace: Sejarah Baru Diplomasi RI untuk Palestina

Advertisement

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menandai sebuah sejarah baru dalam upaya diplomasi Tanah Air untuk Palestina. Menurutnya, peran Indonesia saat ini menjadi cukup strategis dalam proses kemerdekaan Palestina.

Pendekatan Diplomasi Baru

Meutya Hafid menjelaskan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan langkah maju dari pendekatan sebelumnya yang didominasi oleh kecaman di forum internasional dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Ini sejarah baru maksudnya sebelum-sebelumnya kita melakukan pendekatan terhadap sikap kita untuk kemerdekaan Palestina dengan cara tentu setiap ada aksi serangan kita mengecam, di PBB kita mengecam. Tapi sulit sekali kita masuk dan terlibat aktif sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi,” ujar Meutya dalam program Blak-blakan detikcom, Jumat (20/2/2026).

Sebelumnya, Indonesia lebih banyak mengambil sikap politik berupa kecaman dan menyalurkan bantuan kemanusiaan, seperti pembangunan rumah sakit dan dukungan logistik.

“Cara kita terlibat aktif sebelumnya adalah membangun rumah sakit, kemudian juga yang paling utama itu ya, bantuan-bantuan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat, tapi tidak bisa banyak atau lebih dari itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan forum dan wadah sebelumnya membuat Indonesia tidak dapat berbuat lebih banyak.

“Karena memang forumnya tidak ada dan juga wadah untuk melakukan itu tidak ada. Kita enggak mungkin tiba-tiba bisa ngirim pasukan kita ke sana seperti yang kita sekarang lakukan,” sambungnya.

Peran Strategis dalam Misi Perdamaian

Keterlibatan Indonesia dalam BoP menjadi sejarah baru, terutama dengan rencana pengiriman 8.000 pasukan perdamaian dan penunjukan sebagai wakil komandan dalam misi International Stabilization Force (ISF).

Advertisement

“Berarti untuk hal-hal giat kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara-tentara tidak hanya Indonesia tapi banyak negara di sana, kita punya say atau komando yang cukup kuat,” kata Meutya.

Ia mengungkapkan rasa lega dan bangga atas hasil pertemuan pertama BoP yang diselenggarakan di Amerika Serikat.

“Saya rasa ini yang membuat kita kemarin cukup lega, bangga, melihat hasil dari pertemuan pertama BoP yang kemarin diselenggarakan di Amerika,” tuturnya.

Meutya menilai langkah ini merupakan lompatan besar bagi Indonesia, yang tidak bisa lagi hanya menjadi penonton dalam isu global.

“It’s a big step dan sudah saatnya,” pungkasnya.

Saksikan selengkapnya dalam program Blak-blakan detikcom yang akan tayang Senin mendatang.

Advertisement