Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sebagai momentum memperkuat harmoni dan kebajikan bangsa. Ia menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar semangat kebersamaan semakin tumbuh.
Energi Kuda Api untuk Kemajuan Bangsa
Memasuki Tahun Baru Imlek 2577 yang bertepatan dengan tahun Kuda Api, Ibas menyoroti filosofi di balik simbol tersebut. Kuda Api melambangkan kecepatan, kekuatan, dan semangat yang berkobar. Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat untuk bergerak lebih cepat dan bekerja lebih keras, namun tetap dengan pertimbangan yang matang.
“Tahun Kuda Api adalah tahun yang penuh energi dan dinamika. Bagi komunitas Tionghoa dan kita semua sebagai bangsa, ini adalah momentum untuk bergerak lebih cepat, bekerja lebih keras, namun tetap dengan kepala dingin. Kuda melambangkan keteguhan untuk terus maju, sementara unsur Api memberikan semangat keberanian untuk melakukan terobosan,” jelas Ibas dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Ia berharap energi Kuda Api dapat ditransformasikan menjadi optimisme nasional untuk mengakselerasi pembangunan dan memperkuat ketahanan ekonomi. “Mari kita gunakan semangat Kuda Api ini untuk berlari mengejar ketertinggalan, memacu inovasi, namun tetap menjaga agar ‘api’ tersebut menjadi sumber penerangan dan kehangatan bagi persatuan, bukan api yang menghanguskan kerukunan,” tambahnya.
Imlek Mengajarkan Nilai Universal Kehidupan
Pimpinan MPR RI Koordinator Bidang Pengkajian ini menambahkan bahwa setiap perayaan budaya di Indonesia selalu membawa pesan kehidupan yang mendalam. Imlek, khususnya, mengajarkan tentang arti keluarga, kerja keras, ketekunan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Edhie Baskoro menilai bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakter yang serupa dengan nilai-nilai Imlek, seperti menghormati orang tua, menjaga hubungan keluarga, bekerja keras demi masa depan anak-anak, serta menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar.
“Nilai Imlek mengajarkan kita bahwa hidup harus dijalani dengan kebajikan, dengan kerja keras, dan dengan harapan baik. Ini nilai universal yang juga menjadi kekuatan bangsa kita,” ungkap lulusan S3 IPB University ini.
Kebersamaan dan Keberagaman sebagai Kekuatan Utama
Dalam refleksinya, Anggota Dapil Jawa Timur VII ini menekankan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada persatuan masyarakatnya, bukan semata-mata pada sumber daya alam atau ekonomi. Ia melihat nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Imlek, seperti berkumpul bersama keluarga dan berbagi rezeki, adalah cerminan dari nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
“Kalau rakyatnya rukun, saling menghormati, dan saling menjaga, maka bangsa ini akan selalu kuat menghadapi tantangan apa pun,” ujarnya, mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah ketidakpastian global.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro menekankan pentingnya merawat keberagaman Indonesia sebagai kekuatan nasional. Ia menilai toleransi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kebijakan pembangunan nasional, menjadikan Indonesia contoh dunia dalam hidup berdampingan secara damai.
“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Rumah ini harus kita jaga dengan kebajikan, toleransi, dan rasa saling menghormati,” tuturnya.
Harapan untuk Indonesia di Tahun Kuda Api
Mengakhiri pesannya, Edhie Baskoro berharap Tahun Baru Imlek 2577 membawa energi positif bagi seluruh masyarakat Indonesia, mewujudkan kedamaian, kesehatan, serta kemajuan ekonomi.
“Semoga Tahun Baru Imlek membawa keberkahan dan kesuksesan bagi kita semua. Mari kita songsong masa depan Indonesia dengan semangat kebajikan, persaudaraan, dan harapan baru di tahun Kuda Api ini,” pungkasnya.





