Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengedepankan kerja berbasis data yang akurat dan membumi di tahun 2026. Tujuannya agar manfaat program kementerian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fokus pada Data dan Dampak Nyata
“Mulailah bekerja dengan data yang akurat, yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua intervensi program harus berbasis data,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026). Arahan ini disampaikan saat Rapat Sinkronisasi Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Tahun Anggaran 2027 di Hotel Fairfield, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (10/2). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja dan pakta integritas.
Gus Ipul menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi masa penyesuaian dan penyelarasan program Kementerian Sosial (Kemensos) dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program yang didukung data akurat, terutama untuk kelompok masyarakat yang sering luput dari perhatian pembangunan.
Atensi Presiden untuk ‘The Invisible People’
“Presiden memiliki atensi luar biasa kepada ‘the invisible people’ ini. Mereka ada di sekitar kita, tapi sering luput dari perhatian,” kata Gus Ipul merujuk pada kelompok rentan yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Ia menegaskan, “Karena itu, tugas kita memastikan mereka tidak terlewat.”
Gus Ipul mengingatkan bahwa tugas Kemensos memiliki dasar konstitusional yang kuat, sebagaimana diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Dasar ini harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Program yang Membumi dan Terukur
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan pentingnya pesan program dapat tersampaikan kepada publik secara sederhana dan membumi. Ia meminta jajarannya tidak hanya terpaku pada rutinitas administratif, tetapi memastikan masyarakat memahami dan merasakan manfaat nyata dari program yang dijalankan.
“Kerja kita harus membumi. Bukan hanya rapi di laporan, tapi dipahami masyarakat dan dirasakan dampaknya,” tegas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa program perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial harus terhubung antar satuan kerja, disertai mitigasi risiko, dan disusun dengan tahapan waktu yang terukur.
Menutup arahannya, Gus Ipul mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk menjaga semangat kerja dan tanggung jawab bersama dalam menyongsong tahun 2026. “Mari kita songsong 2026 ini dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” harapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, serta jajaran Kepala Biro, Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri, dan Kepala Sentra serta Balai Kemensos se-Indonesia.





