Sebuah video yang menampilkan grup drumband berjoget dengan pakaian minim di atas panggung wisuda madrasah diniyah (madin) di Demak, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Pihak panitia acara akhirnya buka suara memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Penampilan Tak Diizinkan Panitia
Video yang beredar luas itu diketahui terjadi di panggung haflah akhirussanah atau wisuda sebuah madin di Desa Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Ketua Panitia acara, Ghozali, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026.
Ghozali menjelaskan bahwa acara wisuda madin tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga malam hari. “Jadi memang itu dari pagi yang karnaval kemudian hafalan kitab-kitab dan seterusnya dan seterusnya sampai malam pengajian umum. Niku itu satu rangkaian haflah akhirussanah,” terang Ghozali.
Menurut Ghozali, penampilan drumband yang kemudian viral itu terjadi setelah sesi karnaval keliling kampung selesai. Ia menegaskan bahwa penampilan tersebut dilakukan tanpa izin dari panitia. Saat itu, panitia sedang fokus menjamu tamu penting yang hadir.
“Karnaval selesai itu finish di halaman madrasah. Nah, sampai di halaman madrasah kita panitia itu kan menyambut tokoh bapak-bapak yang ikut tadi kan untuk kita ajak singgah kita transit sekadar minum-minum ngopi-ngopi di sana,” tutur Ghozali.
Inisiatif Drumband Tanpa Koordinasi
Ghozali menambahkan, grup drumband tersebut menambah beberapa lagu setelah karnaval usai. Ia menduga, karena halaman madrasah dipenuhi pengunjung, terutama ibu-ibu, grup drumband tersebut naik ke panggung atas inisiatif sendiri.
“Kemudian, yang drumband itu nambah berapa lagu. Karena di halaman itu kan penuh dengan pengunjung, penonton dari ibu-ibu dan lain sebagainya itu kan di halaman penuh, mungkin karena itu, inisiatif dari drumband itu naik ke panggung tanpa tanpa izin panitia,” sambungnya.
Kejadian ini sontak menimbulkan berbagai reaksi dari warganet yang melihat video tersebut.






