Sepakbola

Gianni Infantino: Pegang Trofi Piala Dunia Lewat Jabatan Presiden FIFA, Bukan Pemain

Advertisement

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbagi cerita unik saat menjadi salah satu pembicara di ajang World Economic Forum di Davos, Swiss. Dalam kesempatan tersebut, Infantino tak hanya memaparkan perkembangan Piala Dunia, tetapi juga mengenang masa mudanya dan impian yang tak terwujud menjadi pemain sepak bola profesional.

Piala Dunia dan Perkembangannya

Infantino memaparkan bahwa Piala Dunia merupakan kompetisi sepak bola paling prestisius di dunia. FIFA berkomitmen untuk terus mengembangkan turnamen ini, baik dari segi teknis seperti penerapan VAR hingga penambahan jumlah peserta. Ia juga menyoroti keuntungan besar yang diraih oleh negara tuan rumah, termasuk peningkatan tajam kunjungan turis dan percepatan perkembangan sepak bola di negara tersebut.

Candaan Soal Trofi Piala Dunia

Menyinggung soal trofi Piala Dunia, Infantino melontarkan candaan yang disambut tawa audiens. Ia mengaku sadar sejak muda bahwa bakat sepak bolanya tidak akan cukup untuk meraih trofi bergengsi tersebut. Oleh karena itu, ia memilih jalur lain untuk bisa menyentuh trofi impiannya.

“Inilah trofi Piala Dunia, paling bergengsi di dunia. Tiada orang yang bisa menyentuhnya, kecuali para pemenang… atau ya jadi Presiden FIFA,” ujar Infantino sambil memegang trofi Piala Dunia, yang disambut gelak tawa.

Advertisement

Ia melanjutkan, “Ketika saya muda, saya langsung tahu kalau skill sepakbola saya tidak akan membawa saya menyentuh trofi ini. Jadi saya pakai cara lain, saya jadi Presiden FIFA.” Pernyataan ini kembali disambut tawa dari para hadirin.

Karier Gianni Infantino

Gianni Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA selama dua periode. Pria berusia 55 tahun ini memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola Eropa, pernah berkarier di UEFA sejak tahun 2000 sebagai Director of Law hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Advertisement