Pekanbaru – Kepolisian Daerah (Polda) Riau tengah mendalami kasus kematian seekor gajah Sumatera yang ditemukan di areal konsesi PT RAPP, Distrik Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah tersebut diduga kuat menjadi korban perburuan liar yang bertujuan mengambil bagian tubuhnya, terutama gading.
Dugaan Perburuan Liar untuk Pengambilan Gading
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyatakan bahwa kematian gajah ini tidak wajar dan diduga dilakukan dengan sengaja. “Yang jelas ini dilakukan dengan sengaja dan dapat diindikasikan kuat bahwa ini sengaja dilakukan untuk mengambil gadingnya,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan di Pelalawan, Senin (09/02/2026).
Kapolda menyampaikan duka cita mendalam atas hilangnya satwa dilindungi tersebut. Ia menegaskan komitmen penuh Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus ini menggunakan metode ilmiah. “Metode scientific crime investigation ini kita lakukan terus-menerus sebagai acuan kita, yang mana nantinya ini nantinya kita bisa lakukan secara bertahap,” jelas Irjen Herry pada Sabtu (07/02/2026).
Kondisi Gajah dan Temuan di TKP
Gajah yang ditemukan tewas ini diketahui merupakan satwa liar yang kerap keluar masuk di rute perlintasannya di wilayah tersebut. Tesso Nilo sendiri merupakan habitat bagi lima kelompok gajah yang diketahui berkeliaran di bagian tenggara kawasan tersebut.
Dalam sebuah forum rapat di PT RAPP, Kapolda Herry menjelaskan perbedaan penanganan kasus pembunuhan satwa liar dengan manusia. “Kalau manusia, orang terbunuh kita bisa cek DNA-nya bagaimana dia ketemu sama orang terakhir, bagaimana dia punya jejak digital lainnya yang bisa kita cari,” katanya, menggarisbawahi kompleksitas investigasi satwa.
Tim gabungan yang terdiri dari Polda Riau, Polres Pelalawan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, dan PPNS Kemenhut telah bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses nekropsi pada bangkai gajah juga telah dilakukan guna mengidentifikasi penyebab pasti kematiannya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya proyektil yang bersarang di tengkorak bagian belakang gajah. Lebih lanjut, ditemukan bahwa sebagian kepala, termasuk belalai dan kedua gadingnya, telah hilang. Indikasi perburuan liar semakin kuat dengan temuan ini, sebagaimana juga diindikasikan oleh BKSDA Riau.





