Depok – Meriyati Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang ke Rahmatullah. Jenazah Eyang Meri rencananya akan dimakamkan pada hari Rabu, 5 Februari 2026, di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Beliau akan beristirahat di sisi sang suami, Jenderal Hoegeng.
Eyang Meri menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Beliau tutup usia pada pukul 13.25 WIB, Selasa (3/2). Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di kediaman keluarga di Pesona Khayangan, Depok.
Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Eyang Meri. “Hari ini kita dari jajaran kepolisian berduka atas meninggalnya almarhumah Ibu Meriyati,” ujar Kombes Abdul Waras di rumah duka.
Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925. Beliau merupakan putri dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Meriyati dan Hoegeng menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta dan dikaruniai tiga orang anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu, Eyang Meri sempat mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Kapolri dan jajaran. “Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat, selamat dalam lindungan Allah SWT,” kata Eyang Meri pada Senin (23/6/2025).
Kisah Eyang Meri juga pernah terekam dalam video apresiasinya terhadap Hoegeng Awards, di mana beliau sempat berpesan, “Titip Polri”.






