Jakarta – Tumpukan sampah yang mengotori laut di kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, telah menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat, melainkan diduga dibuang oleh oknum pihak swasta yang tidak bertanggung jawab.
Oknum Swasta Diduga Buang 137 Ton Sampah Ilegal
Pejabat Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan, “Iya (sampah berasal dari oknum pihak swasta) orang tidak bertanggung jawab.” Ia menambahkan bahwa warga Muara Baru telah menyuarakan penolakan keras terhadap praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal di kawasan tanggul dan badan air.
“Warga menilai praktik pembuangan sampah liar ini sudah menimbulkan dampak nyata. Mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga meningkatnya risiko banjir di kawasan pesisir tersebut. Selain itu, ekosistem pesisir terancam rusak akibat penumpukan sampah dan puing di badan air,” ujar Yogi, mengutip pernyataan warga.
DLH DKI Jakarta menegaskan bahwa pengelolaan sampah wajib dilakukan sesuai aturan dan di lokasi yang semestinya. Pembuangan sampah secara ilegal di tanggul maupun badan air akan ditindak tegas. “Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan,” tegas Yogi.
Ratusan Petugas Dikerahkan Angkut Sampah
Penanganan sampah di kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1) oleh DLH DKI Jakarta. Sebanyak 137 ton sampah berhasil diangkut dengan melibatkan ratusan petugas dan berbagai armada pendukung.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, merinci pengangkutan sampah. Pada hari pertama, Jumat (16/1), petugas mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua. Peningkatan signifikan terjadi pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah terangkut.
“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet. Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” jelas Asep dalam keterangannya, Senin (19/1).
Dalam video yang viral, tumpukan sampah tersebut tampak mengapung di perairan sekitar Tanggul Pantai Muara Baru. Beragam jenis sampah, mulai dari plastik hingga potongan kayu, menggenang di perairan berwarna cokelat dan terkonsentrasi di satu titik di sekitar tanggul. Permukiman warga terlihat tak jauh dari lokasi tersebut.
Lokasi Merupakan Danau dalam Proses Sertifikasi
Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajarannya melakukan pengecekan ke lokasi. “Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul NCICD dan saat ini masih dalam proses sertifikasi oleh BPAD,” kata Hendra dalam keterangannya, Sabtu (17/1).






