Berita7 — JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 depo kontainer yang beroperasi di kawasan Cakung dan Cilincing, Jakarta Utara. Pemanggilan ini dilakukan menyusul terjadinya kemacetan parah yang sempat melumpuhkan lalu lintas di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Cakung-Cilincing.
Langkah ini diambil untuk mencari solusi agar antrean panjang truk kontainer tidak kembali mengganggu arus lalu lintas. Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa rapat dengan para pengelola depo telah dilaksanakan. Total ada 19 depo yang dipanggil, terdiri dari tujuh depo di wilayah timur dan 12 depo di wilayah utara.
Dalam pertemuan tersebut, Dishub juga akan menyampaikan kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengarahkan truk kontainer untuk menunggu di Terminal Tanah Merdeka. Kebijakan ini diharapkan dapat secara efektif mengurangi antrean kendaraan yang menumpuk di badan jalan.
Budi Awaluddin menjelaskan bahwa Dishub sebelumnya telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn) di kawasan Cakung yang teridentifikasi menjadi titik penumpukan kendaraan. Truk-truk kemudian dialihkan menuju Terminal Tanah Merdeka yang memiliki kapasitas penampungan sekitar 200 kendaraan.
“Kita tutup putaran ini dan kita arahkan mereka ke Tanah Merdeka. Daripada menunggu di sini, antreannya cukup panjang. Sekarang kita lihat sudah agak lancar,” jelas Budi. Ia juga mengimbau para sopir truk yang harus menunggu giliran masuk depo untuk memanfaatkan Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi parkir sementara.
Penyebab utama kemacetan ini, menurut Budi, adalah peningkatan arus peti kemas impor yang tidak sebanding dengan arus ekspor. Kondisi ini menyebabkan penumpukan peti kemas di depo, yang berujung pada antrean panjang truk di jalan.
“Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Akhirnya terjadi penumpukan dan overload di depo-depo,” ujar Budi. Dishub berencana meminta Pelindo untuk mengevaluasi batas kapasitas penumpukan peti kemas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di jalan Cakung arah Cilincing pada Selasa (21/7). Antrean truk trailer menjadi penyebab utama kendaraan lain nyaris tidak bisa bergerak, yang kemudian menjadi viral di media sosial. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Harnas Prihandito mengkonfirmasi bahwa bongkar muat truk di beberapa titik di Cakung menjadi penyebab kemacetan tersebut. Pihaknya telah berupaya mengurai kemacetan dengan membantu mengatur truk yang melakukan bongkar muat.
Ikuti Berita7
