Berita7 — Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Banten meminta pengelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melakukan penyiraman rutin untuk mencegah kebakaran, terutama saat musim El Nino. Langkah itu dimaksudkan agar tumpukan sampah tidak mengering dan mudah terbakar.
Kepala Dinas LH Banten Wawan Gunawan mengatakan imbauan tersebut sejalan dengan surat edaran Gubernur kepada bupati dan wali kota agar meningkatkan kesiapan mitigasi kebakaran di TPA.
“Kita kan sudah ada surat edaran dari Pak Gubernur, imbauan kepada bupati dan wali kota agar mengantisipasi kesiapan mitigasi kebakaran. Di musim El Nino ini, harus ada pencegahan, penyiraman,” kata Wawan Gunawan, (16/7/2026).
Wawan menjelaskan penyiraman penting karena selain mencegah sampah menjadi kering, di dalam tumpukan sampah terdapat gas yang dapat mempercepat pembesaran api jika terjadi kebakaran.
“Di musim El Nino ini jangan sampai kering, harus ada pembasahan,” kata Wawan.
Wawan juga meminta petugas TPA memastikan tidak ada warga yang membakar sampah di sekitar lokasi, karena praktik pembakaran dapat merembet dan memperparah kebakaran akibat kandungan gas metan dalam sampah.
“Tidak boleh ada pembakaran. Ya istilahnya pembakaran masyarakat yang terdekat situ kan, nanti kan merembet gitu. Karena mengandung zat metan,” ujarnya.
Situasi TPA di Banten
Wawan menyatakan tujuh TPA di Banten masih menerapkan metode open dumping. Ia mendorong pengelola untuk menerapkan pengelolaan sistem controlled landfill sebagai langkah mitigasi sementara.
“Sampah yang sudah menggunung minimal sudah di-controlled landfill saja dulu. Ya syukur-syukur kalau musim panas begini diratakan, tumpuk pakai urukan,” katanya.
Kebakaran TPA Jatiwaringin
Sebelumnya, area lahan utama TPA Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang terdampak kebakaran seluas kurang lebih 15 hektare akhirnya padam setelah 10 hari penanganan.
Pada Jumat (10/7/2026), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa api berhasil dipadamkan berkat kerja keras dan kolaborasi tim gabungan penanganan darurat sejak peristiwa dilaporkan 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.
“Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif,” katanya.
Ikuti Berita7
