Berita7 — Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengintensifkan program pencegahan stunting melalui berbagai inisiatif sosial yang direncanakan sepanjang 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak dan berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Program pencegahan stunting ini dijalankan di bawah payung tanggung jawab sosial dan lingkungan BNI Berbagi. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap sejak awal 2026 hingga akhir tahun, dengan fokus pada pemenuhan gizi, edukasi bagi keluarga, perbaikan sanitasi, serta penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas utama dalam program sosial BNI. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa tumbuh kembang anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fondasi krusial bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“BNI percaya setiap anak Indonesia berhak memperoleh awal kehidupan yang sehat agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Menurut Okki, pemenuhan hak anak atas kesehatan, gizi, dan pengasuhan yang memadai menuntut adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui BNI Berbagi, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045,” katanya lebih lanjut.
Salah satu implementasi konkret dari program ini adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING yang dilaksanakan di Provinsi Riau, bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Selain itu, BNI juga menginisiasi Program Desa Sehat Bebas Stunting di empat desa yang berlokasi di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Program ini mengintegrasikan intervensi pemenuhan gizi dengan edukasi keluarga, perbaikan aspek sanitasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kualitas lingkungan hunian.
Pendekatan yang diterapkan ini bertujuan agar penanganan stunting tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga menyentuh faktor-faktor lingkungan, pola pengasuhan, serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik.
“Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional, kami berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan menjadi generasi unggul,” ungkap Okki.
Program pencegahan stunting ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan semangat Swadharma Bhakti Nagara dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, BNI berharap upaya ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga dan mendukung terbentuknya generasi yang sehat, produktif, serta berdaya saing.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.