Berita7 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Indonesia untuk waspada terhadap potensi banjir rob atau banjir pesisir. Peringatan ini dikeluarkan menyusul prediksi peningkatan ketinggian air laut maksimum yang diperkirakan terjadi hingga awal Agustus 2026.
Fenomena fase Bulan Purnama yang jatuh pada 29 Juli 2026 menjadi salah satu faktor utama pemicu peningkatan muka air laut. Berdasarkan pemantauan data level air dan prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi beberapa daerah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob.
Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob
Berikut adalah daftar wilayah pesisir yang diprediksi akan mengalami banjir rob:
- Pesisir Aceh: Pesisir Lhokseumawe (24-30 Juli 2026).
- Pesisir Sumatera Utara: Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan (30 Juli 2026).
- Pesisir Kepulauan Riau: Pesisir Batam (27-31 Juli 2026) dan Pesisir Karimun (28-31 Juli 2026).
- Pesisir Sumatera Barat: Pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora) diprediksi mengalami rob pada 29-31 Juli 2026.
- Pesisir Jakarta: Wilayah Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru berpotensi terdampak rob dari 23-31 Juli 2026.
- Pesisir Jawa Barat: Pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang diprediksi mengalami rob pada 23-30 Juli 2026.
- Pesisir Jawa Tengah: Pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, Pekalongan (Kabupaten dan Kota), Batang, Kendal, Jepara, Brebes, Tegal (Kota dan Kabupaten), serta Pemalang akan mengalami banjir rob antara 25-31 Juli 2026, dengan beberapa wilayah seperti Brebes, Tegal, dan Pemalang berpotensi pada 28-30 Juli 2026.
- Pesisir Jawa Timur: Pesisir Pelabuhan Surabaya diprediksi terdampak pada 27-31 Juli 2026.
- Pesisir Nusa Tenggara Barat: Pesisir Lembar dan Bima berpotensi rob pada 26-31 Juli 2026.
- Pesisir Kalimantan Utara: Perairan Tarakan diprediksi mengalami peningkatan muka air laut pada 30-31 Juli 2026.
- Pesisir Kalimantan Selatan: Pesisir Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut, Kotabaru, dan Tanah Bumbu berpotensi rob antara 28-30 Juli 2026, dengan Kotabaru dan Tanah Bumbu berpotensi hingga 4 Agustus 2026.
- Pesisir Kalimantan Barat: Sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas diprediksi terdampak pada 27-31 Juli 2026.
- Pesisir Maluku: Pesisir Ambon, Maluku Tengah, dan Seram bagian Timur berpotensi mengalami rob pada 23-31 Juli 2026, dengan Seram bagian Timur diprediksi hingga 31 Juli 2026.
Dampak Banjir Pesisir
Banjir pesisir ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir. Dampak yang mungkin timbul meliputi gangguan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta kegiatan budidaya tambak garam dan perikanan darat.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi pasang maksimum air laut. Disarankan pula untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG.
Ikuti Berita7
