Jalan penghubung utama Desa Wisata Kuta dan Selong Belanak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami kerusakan parah akibat tergerus banjir. Peristiwa ini terjadi di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi jalan kini dipenuhi lumpur dan aspal yang mengelupas, membuatnya hampir tidak dapat dilalui.
Kondisi Memprihatinkan dan Penyebab Banjir
Kepala Desa Tumpak, Rosadi, menyatakan bahwa kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Ia menjelaskan bahwa meluapnya air sungai dipicu oleh tingginya volume hujan yang turun. Selain itu, jembatan di jalur tersebut tersumbat oleh ranting kayu dan sampah, menyebabkan air meluber hingga ke badan jalan.
“Ini jalan provinsi. Ini penghubung mulai dari Torok Aik Belek, Selong Belanak, Tumpak, Perabu, hingga Desa Kuta,” ujar Rosadi, dilansir detikBali, Rabu (14/1/2026).
Kewenangan Provinsi dan Solusi Permanen
Rosadi menegaskan bahwa status jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, perbaikan dan perawatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab provinsi. Ia menambahkan bahwa kejadian serupa kerap terjadi setiap kali hujan lebat, namun solusi permanen belum pernah terealisasi.
“Ini jalur provinsi. Jalan ini sangat vital karena penghubung pariwisata di wilayah selatan. Karena kalau tidak diperbaiki akan menghambat jalannya pariwisata,” imbuhnya.
Prioritas Perbaikan Jembatan
Menurut Rosadi, perbaikan jembatan di jalur tersebut menjadi prioritas utama. Ia mengusulkan agar posisi jembatan ditinggikan dari permukaan irigasi. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah air kembali naik ke badan jalan saat terjadi banjir.





