TAPANULI TENGAH – Enam kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dilanda banjir bandang pada Kamis (12/2/2026). Akibatnya, satu jembatan darurat yang menjadi akses vital dilaporkan hanyut terbawa arus deras.
Jembatan Darurat Hanyut
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi insiden tersebut. “Jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, hanyut,” ujar Masinton, dilansir dari detikSumut, Rabu (11/2/2026).
Banjir bandang ini melanda enam kecamatan secara keseluruhan. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tukka, Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan, Kecamatan Barus, dan Kecamatan Sitahuis.
Sungai Meluap Akibat Hujan Deras
Penyebab utama banjir bandang ini adalah meluapnya sejumlah sungai akibat hujan deras yang mengguyur Tapteng sejak sore hari sebelumnya. Material kayu yang terbawa arus banjir dilaporkan menumpuk dan menghambat aliran di beberapa titik jembatan.
“Air sungai di jembatan Jalan ST.Z Tampubolon antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang banyak kayu tertahan/terhambat,” jelas Masinton.
Ketinggian air di lokasi banjir bervariasi, dengan beberapa titik dilaporkan mencapai ketinggian 1 meter di permukiman warga.





