Badai cedera menjadi momok yang tak terhindarkan di tengah padatnya jadwal kompetisi Liga Inggris. Analisis terbaru menunjukkan Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea menjadi tiga tim yang paling merana akibat cedera pemain musim ini.
Tiga Klub London di Puncak Daftar
Berdasarkan data dari Premier Injuries yang dirilis oleh BBC, ketiga klub asal London tersebut menduduki peringkat teratas dalam hal jumlah hari yang hilang karena cedera pemain, serta total jenis cedera yang membuat pemain absen setidaknya dalam satu pertandingan liga.
Ketiga klub ini secara total mencatat 19 jenis cedera berbeda yang dialami para pemainnya. Tottenham Hotspur menjadi tim yang paling merasakan dampaknya, dengan total akumulasi absen pemain mencapai 640 hari.
Manchester City, Liverpool, dan MU Menyusul
Klub-klub papan atas lainnya juga tidak luput dari masalah cedera. Manchester City berada di urutan berikutnya dengan 16 jenis cedera, diikuti oleh Liverpool dengan 15 jenis cedera, dan Manchester United dengan 14 jenis cedera.
Cedera Hamstring Mendominasi
Cedera hamstring dilaporkan menjadi jenis cedera yang paling sering dialami oleh para pemain Liga Inggris. Meskipun persentasenya mengalami penurunan sebesar 23 persen dibandingkan musim lalu, lebih dari separuh pemain yang mengalami cedera ini diprediksi harus menepi minimal selama satu bulan.
Analisis Premier Injuries
Ben Dinnery dari Premier Injuries menyoroti intensitas dan dinamika Liga Inggris sebagai faktor utama. “Ini adalah liga yang dianggap paling intens dan dinamis. Itu tercermin dalam analisis statistik lari cepat dan lari intensitas tinggi, tetapi juga waktu pemulihan yang semakin singkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Ditambah dengan kalender kompetisi yang padat, sehingga para pemain tak terhindarkan kena cedera. Fisik mereka tidak mampu menoleransi tuntutan tersebut.”
Dinnery juga mengomentari fenomena kembalinya pemain yang cedera terlalu cepat. “Yang ingin diketahui semua orang sekarang adalah ‘kapan seorang pemain akan kembali?’ Dan kami melihat para pemain bergegas untuk kembali, tapi kemudian selalu muncul cedera kambuhan,” tutupnya.






