Berita

Anggota DPR Ingatkan Penerima LPDP: Beasiswa Itu Pajak Rakyat, Jangan Sekadar Pansos

Advertisement

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyoroti kasus alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS yang videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, DS menyatakan kekecewaannya karena masih berstatus WNI dan berharap anak-anaknya tidak mengikuti jejaknya. Bonnie mengingatkan para penerima beasiswa LPDP bahwa dana pendidikan mereka berasal dari pajak rakyat dan seharusnya digunakan untuk berkontribusi bagi bangsa.

Pentingnya Kontribusi Nyata Penerima LPDP

Bonnie Triyana menekankan bahwa penerima LPDP memegang amanah besar. Ia berujar, “Para penerima LPDP harus mengemban kepercayaan dalam menggunakan uang beasiswanya, terutama karena dana tersebut dihimpun dari pajak rakyat.” Legislator dari Fraksi PDIP ini menambahkan bahwa beasiswa LPDP tidak seharusnya hanya dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi atau sekadar mencari popularitas di media sosial.

“Para sarjana yang beruntung mendapat beasiswa LPDP jangan gunakan hanya untuk pansos ke puncak menara gading di atas gunung, tapi gunakan untuk turun gunung membantu memecahkan persoalan yang dihadapi rakyat dengan latar belakang ilmu dan keahliannya masing-masing,” tegas Bonnie.

Kasus Individu, Bukan Kegagalan Sistem

Bonnie menilai bahwa persyaratan dan struktur penerimaan beasiswa LPDP saat ini sudah memadai. Ia berpendapat bahwa kasus-kasus bermasalah yang melibatkan penerima beasiswa merupakan persoalan yang melekat pada individu masing-masing, bukan mencerminkan kegagalan sistem.

“Saya kira persyaratan LPDP sudah bagus. Tinggal konsistensi dalam menjalankan kesepakatan saja,” katanya.

Viral Ucapan Pemilik Akun @sasetyaningtyas

Kasus ini mencuat setelah pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video yang memperlihatkan dirinya menerima surat dari Home Office Inggris. Surat tersebut menyatakan bahwa anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris. Ia juga menunjukkan paspor Inggris yang diterima bersamaan.

Advertisement

“Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya,” ujar pemilik akun tersebut dalam video.

Ia melanjutkan, “Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris.” Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar anak-anaknya kelak memiliki kewarganegaraan asing.

“I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ucapnya.

Permohonan Maaf dari Penerima LPDP

Menyusul kontroversi tersebut, penerima beasiswa LPDP berinisial DS, yang juga pemilik akun @sasetyaningtyas, telah menyampaikan permohonan maaf. Klarifikasi dan permintaan maaf tersebut diunggah melalui akun Instagramnya pada Jumat (20/2).

Ia mengakui bahwa pernyataannya tersebut dilatarbelakangi oleh rasa kecewa, namun langkah yang diambilnya keliru dan tidak tepat. “Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” ujarnya.

Advertisement