Berita

WN Spanyol Tewas di Lombok, Jasadnya Disimpan Hampir Sebulan oleh Pegawai Hotel

Advertisement

Mataram, Nusa Tenggara Barat – Kasus pembunuhan terhadap warga negara (WN) Spanyol, Maria Matilda Muñoz Cazorl (73), mengungkap fakta mengerikan. Jenazah korban ditemukan setelah hampir satu bulan disimpan di belakang kamar hotel oleh dua pegawai hotel berinisial SU (34) dan Heri alias GE (30).

Kronologi Penyimpanan Jenazah

Peristiwa tragis ini terjadi pada 2 Juli 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut keterangan terdakwa Heri, jenazah Maria Matilda awalnya disimpan di belakang kamar nomor 136. “Di belakang kamar 136 itu hampir satu bulan. Tempatnya terbuka. (Jenazah) posisinya dipakaikan selimut,” ujar Heri di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (28/1/2026), seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, jenazah korban sempat disembunyikan di ruang genset hotel selama empat hari oleh Heri dan Suhaeli, yang merupakan karyawan Hotel Bumi Aditya. Tindakan ini dilakukan setelah kedua terdakwa melancarkan niat pencurian yang berujung pada kematian korban.

“Kondisinya masih ‘ngorok’ (sekarat) waktu dipindahkan ke ruang genset. Jaraknya sekitar 10 meter dari kamarnya, keluarkan jenazah lewat jendela samping kamar. Bawanya berdua,” jelas Heri.

Pemindahan Jenazah Berulang Kali

Setelah dari ruang genset, Heri dan Suhaeli kembali ke kamar korban untuk membersihkan jejak, termasuk sisa darah. Mereka juga mengambil uang tunai Rp 3 juta, uang asing, dan ponsel korban. Lokasi kedua dari pemindahan jenazah adalah belakang kamar kosong. Heri menyebutkan bahwa jenazah korban dipindahkan sebanyak enam kali.

“Di kamar kosong itu cuma sehari, karena dengar kabar ada polisi datang mau cek TKP,” kata Heri. Ia memindahkan jenazah ke bukit belakang hotel karena adanya laporan orang hilang dan rencana pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Advertisement

Di bukit tersebut, jenazah Maria Matilda dipindahkan dua kali. Lokasi terakhir sebelum dikubur adalah di pesisir pantai. Heri dan Suhaeli menggunakan kendaraan roda dua pinjaman untuk membawa jenazah ke pantai, dengan jenazah dimasukkan ke dalam sarung dan diletakkan di depan dasbor.

Niat Awal Pencurian Berakhir Tragis

Heri mengaku panik dan menyesal atas kejadian tersebut. Niat awalnya hanya mencuri untuk membayar utang, namun berakhir pada pembunuhan. Maria Matilda tewas akibat luka benturan yang menyebabkan pendarahan pada kepala.

Peristiwa itu bermula saat Heri menarik tubuh korban dari kasur hingga jatuh ke lantai. Aksi ini dilakukan saat korban terbangun dari tidurnya. Suhaeli awalnya membekap wajah korban dengan handuk, lalu memiting lehernya hingga terjatuh di kasur. Ketika korban hendak berteriak, Heri spontan menindih tubuhnya, sementara Suhaeli masih membekap. Karena korban meronta, Heri menarik tubuh Maria Matilda hingga jatuh ke lantai.

“Saya gelisah tiap malam, kebangun, ndak tenang. Kebayang terus, saya menyesal,” ucap Heri, yang pernyataannya diamini oleh Suhaeli.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (4/2) dengan agenda tuntutan dari jaksa.

Advertisement