Warga Jakarta Barat mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk segera menertibkan aktivitas ‘Pak Ogah’ di pintu keluar Tol Rawa Buaya. Keberadaan mereka dinilai kerap menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan bagi pengendara.
Keresahan Pengendara
Salah seorang warga, Ranto (60), mengungkapkan bahwa ia sering melintasi area tersebut sepulang beraktivitas dari Tangerang. Dalam seminggu, ia bisa dua kali melewati pintu keluar tol ini.
“Kalau saya habis dari Tangerang, keluarnya ya di pintu tol ini. Lumayan sering, seminggu bisa dua kali lewat,” ujar Ranto saat ditemui di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (16/1/2026).
Ranto menambahkan, meskipun tidak pernah mendapati pintu keluar tol dirantai, aktivitas Pak Ogah yang berjaga dari pagi hingga sore hari justru membuat arus lalu lintas menjadi semrawut. Ia juga mengaku pernah mengalami intimidasi.
“Dari pagi sampai sore biasanya nongkrong di sana. Kadang membantu, tapi lebih sering bikin semrawut. Ada juga yang maksa. Kalau kita nggak kasih, dia nggak mau ngasih jalan,” tuturnya.
Kekhawatiran juga dirasakan Ranto saat melintas di malam hari, terutama ketika kondisi jalanan sepi.
“Kalau malam hari itu suka ngeri. Kalau ramai, mungkin aman, tapi kalau sepi, kita waswas, takut dipalak,” katanya.
Harapan Solusi Manusiawi
Oleh karena itu, Ranto berharap ada kehadiran petugas resmi untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut. Ia menilai penertiban oleh Dishub dan Satpol PP sangat diperlukan agar arus kendaraan lebih tertib dan pengendara merasa aman.
“Kalau memang mau aman, seharusnya ada petugas resmi. Dishub atau Satpol PP berjaga rutin, jadi nggak pakai Pak Ogah lagi,” ucapnya.
Di sisi lain, Ranto juga berharap penertiban terhadap para Pak Ogah dilakukan secara manusiawi. Ia menyarankan agar mereka tidak hanya ditindak, tetapi juga diberikan solusi.
“Mereka kan cari makan. Tapi jangan sampai bikin jalanan berbahaya. Kalau bisa diarahkan ke pekerjaan lain atau ditata, itu lebih bagus,” imbuhnya.
Penangkapan Enam Pak Ogah
Sebelumnya, polisi telah menangkap enam orang yang diduga sebagai Pak Ogah. Penindakan ini dilakukan setelah polisi menelusuri video yang viral di media sosial.
“Mengenai video viral terkait dugaan enam orang Pak Ogah yang menutup akses keluar tol, pada Rabu, 14 Januari 2026, tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan serta pengamanan terhadap enam orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kamis (15/1).
Budi menambahkan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Keenam orang tersebut saat ini telah dibawa ke Polsek Cengkareng untuk menjalani proses lebih lanjut.
“Barang bukti antara lain uang tunai dan telepon seluler. Para terduga selanjutnya dibawa ke Polsek Cengkareng untuk menjalani proses lebih lanjut,” tuturnya.






