JAKARTA – Keluhan kebisingan dari lapangan padel di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, akhirnya mendapat perhatian. Seorang warga bernama Naufal (27) mengungkapkan kekecewaannya lantaran keluarganya telah berulang kali melaporkan keluhan tersebut melalui aplikasi JAKI sejak November 2025. Namun, mediasi dengan pihak pengelola pada 31 Januari lalu belum membuahkan hasil.
Suara Bising Ganggu Aktivitas Warga
Naufal menjelaskan bahwa kebisingan berasal dari suara pembangunan lapangan hingga suara pemain saat beraktivitas. Suara bising tersebut terdengar dari pagi hingga larut malam, meliputi teriakan dan pantulan bola. “Ya sudah, jadi karena banyaknya laporan-laporan yang sudah kita lakuin, dan sudah sempat ketemu juga sama pihak pengelola tanggal 31 Januari, tapi hasil mediasinya tidak membuahkan hasil lagi gitu,” kata Naufal saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, suara bising tersebut awalnya terdengar dari pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB. Meskipun pengelola berjanji membatasi hingga pukul 22.00 WIB, Naufal mengaku masih sering mendengar aktivitas hingga lewat dari jam tersebut. “Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main,” ungkapnya.
Dampak kebisingan ini dirasakan oleh seluruh penghuni di tiga rumah yang berdekatan, termasuk orang tua, adik, nenek berusia 90 tahun, hingga tetangga yang baru melahirkan. “Iya, semuanya yang tinggal di sini ngeluh. Nggak fokus salat, nggak fokus siap-siap, mau mandi saja nggak fokus lah gitu. Mau siap-siap ke kantor nggak fokus, mau ngumpulin energi buat besoknya mau kerja juga nggak fokus. Sama stres, jadi gampang marah juga,” imbuh dia.
Naufal juga menceritakan bahwa ibundanya mengalami kenaikan tensi darah hingga 200 mmHg akibat gangguan tersebut. “Terutama ibu saya langsung kelihatan tensinya 200, itu kan nyata ya. Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200,” katanya.
Pemerintah DKI Akan Ambil Tindakan Tegas
Menanggapi keluhan warga, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pramono Anung meminta agar lapangan padel tersebut diawasi secara ketat. Ia menyatakan siap mengambil langkah tegas jika diperlukan.
“Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini,” ujar Pramono kepada wartawan di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Pramono menambahkan bahwa keputusan mengenai nasib lapangan padel tersebut akan diambil pada pekan depan. Ia menegaskan bahwa lapangan yang mengganggu ketertiban umum, tidak mendapat persetujuan warga, dan tidak memiliki izin lengkap akan dikenakan tindakan tegas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Besok hari Senin atau Selasa kami akan segera memutuskan bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum. Dan kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat dan kemudian juga izinnya tidak lengkap. Maka pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas,” katanya.
Pengelola Berjanji Pasang Peredam Suara
Perwakilan PT Kreasi Arena Indonesia, Fajar Ediputra, selaku pengelola lapangan padel, angkat bicara terkait isu kebisingan yang viral di media sosial. Ia menyatakan komitmen untuk memasang peredam suara guna meredam kebisingan.
Fajar menjelaskan bahwa selama bulan puasa, jam operasional lapangan dibatasi mulai pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, berbeda dari jam normal pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. “Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami,” kata Fajar kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).
Selain itu, pengelola juga berjanji akan segera memasang fasilitas peredam suara. “Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar,” jelasnya.
DPR Minta Pengawasan Ketat
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menanggapi persoalan ini. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kenyamanan dan ketertiban lingkungan dalam setiap aktivitas olahraga.
“Aktivitas olahraga tersebut tetap harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Hetifah ketika dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Hetifah mendorong pemerintah daerah untuk memastikan izin operasional lapangan padel sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga menyarankan agar pengelola diwajibkan memasang peredam suara dan membatasi jam operasional untuk menghindari gangguan terhadap warga sekitar. “Saya mendorong pemerintah daerah memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan,” kata dia. “Jika diperlukan, pengelola mesti memasang peredam suara serta membatasi jam operasional agar tidak mengganggu warga sekitar,” tambahnya.





