PALEMBANG – Aksi nekat seorang wanita muda berinisial KN (23) menyamar sebagai pramugari maskapai Batik Air berhasil menyita perhatian publik. Ia kedapatan ikut dalam penerbangan Batik Air dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.
Wanita yang diketahui bernama asli Khairun Nisya alias Nisya ini, warga Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Nisya tampak mengenakan seragam lengkap pramugari Batik Air, termasuk kebaya putih, rok batik ungu, dan sanggul rapi dengan poni khas awak kabin. Ia juga melengkapi penampilannya dengan atribut maskapai, seperti ID Card dan koper berlogo Batik Air.
Penampilannya yang sangat mirip dengan pramugari asli membuatnya berhasil lolos masuk ke dalam pesawat dan ikut dalam penerbangan. Namun, penyamaran Nisya akhirnya terbongkar ketika kru maskapai melakukan pemeriksaan identitas. Petugas mendapati bahwa seragam yang dikenakan Nisya adalah desain lama yang sudah tidak berlaku dan tidak digunakan oleh awak kabin Batik Air selama 15 tahun terakhir.
Setelah penyamarannya terbongkar, Nisya kemudian diamankan oleh petugas di Bandara Soekarno Hatta. Ia pun menyampaikan permohonan maafnya. Nisya mengakui bahwa ia memang menyamar sebagai awak kabin Batik Air dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta dengan nomor penerbangan ID 80-508 pada Selasa (6/1/2026).
“Saya menggunakan seragam dan atribut Batik Air. Namun sesungguhnya saya bukanlah pramugara Batik Air,” ujarnya. “Dengan ini saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air dan Lion Group. Melalui video ini, saya membuat pernyataan yang sesungguhnya tanpa paksaan dari siapa pun,” tegasnya.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Humas General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa wanita tersebut memiliki tiket pesawat Batik Air dan telah melalui proses pemeriksaan keamanan seperti penumpang pada umumnya.
“Sebelum naik ke pesawat, kru sempat melakukan pemeriksaan keamanan kepada calon penumpang yang berpakaian seperti kru pesawat Batik Air tersebut,” jelas Ahmad Syaugi. Kejadian ini terjadi pada penerbangan Batik Air nomor penerbangan ID 7058 rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026.
Ahmad Syaugi menambahkan, wanita tersebut memproses keberangkatannya melalui jalur pemeriksaan keamanan penumpang (Security Check Point/SCP) dan pemeriksaan boarding pass yang dikeluarkan maskapai. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa wanita itu adalah calon penumpang yang sah dan tidak membawa barang terlarang.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian diketahui yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang yang dilarang naik ke pesawat. Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak airline secara langsung,” pungkasnya.






