Berita

Wanita Diduga Dilecehkan di TransJ, Pelaku Mengelak Saat Dikonfrontasi

Advertisement

Jakarta – Sebuah insiden dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam bus Transjakarta rute 1A. Seorang penumpang perempuan mengaku bagian pahanya dipegang oleh pria tak dikenal saat ia tertidur. Pelaku, yang mengenakan masker, membantah tuduhan tersebut.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat mengkonfrontasi langsung pria yang diduga pelaku. Korban menyatakan merasa bagian pahanya disentuh oleh pria bermasker hitam tersebut ketika ia terlelap. Namun, pria itu berkelit dengan alasan dirinya juga tertidur dan mengantuk.

Meskipun pria tersebut mengelak, penumpang wanita itu bersikeras bahwa pelaku dalam keadaan sadar dan tidak tertidur saat ia terbangun. Pria tersebut kemudian bergegas menuju pintu keluar bus saat korban mulai melakukan konfrontasi. Korban kemudian meminta petugas untuk menahan pintu agar pria tersebut tidak bisa turun.

Pria itu beralasan ingin segera bekerja sehingga harus terburu-buru turun. Namun, korban menilai alasan tersebut tidak benar dan meminta petugas Transjakarta untuk memotret wajah pelaku tanpa masker.

Respons Transjakarta

Menanggapi viralnya kejadian ini, PT Transjakarta menyatakan keprihatinannya dan menyesalkan dugaan tindakan pelecehan tersebut. Pihak Transjakarta juga menegaskan kesiapannya mendukung korban jika memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Advertisement

“Transjakarta sangat prihatin dan menyesalkan dugaan tindakan pelecehan yang terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di bus rute 1A,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Ayu menambahkan bahwa Transjakarta berkomitmen penuh untuk mendukung korban dalam proses hukum yang mungkin ditempuh. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di bus dengan rute Pantai Maju-Balai Kota.

Setelah menerima laporan awal dari korban melalui petugas di lapangan, Transjakarta segera berkomunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya. “Setelah menerima laporan ketidaknyamanan dari korban melalui pramusapa di lapangan (seperti yang viral di media sosial), kami berkomunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya,” jelas Ayu.

Transjakarta mengimbau seluruh penumpang untuk saling menjaga dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama pelanggan. Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan selama menggunakan layanan Transjakarta.

Advertisement