Berita

Wamensos Apresiasi Peningkatan Percaya Diri Siswa Sekolah Rakyat dalam Satu Semester

Advertisement

Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengapresiasi perubahan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat setelah menjalani pembinaan dan proses belajar selama satu semester. Ia menilai peningkatan kepercayaan diri siswa menjadi salah satu hasil yang menggembirakan.

Peningkatan Percaya Diri Siswa

Agus Jabo menyoroti keberanian beberapa siswa yang tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat acara peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru. “Saya mengucapkan penghormatan setinggi-tingginya, tentunya bersama Pak Menteri, kepada seluruh kepala sekolah, kepada seluruh guru, tendik dan lain-lain, yang telah mencetak anak-anak sekolah rakyat menjadi anak-anak yang hebat,” kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Senin (19/01/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Jabo saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam Rapat Koordinasi dengan kepala Sekolah Rakyat yang digelar secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.

Tujuan Mulia Sekolah Rakyat

Agus Jabo mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang berbeda dari sekolah reguler. Program ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan dan menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Presiden membangun Sekolah Rakyat itu dalam rangka memutus transmisi kemiskinan. Dengan karakteristik Sekolah Rakyat seperti itu ada kekhususan yang terus perlu kita persiapkan agar anak-anak ini setelah lulus, terutama lulus (jenjang) SMA betul-betul bisa menggraduasi keluarganya,” ujarnya.

Sinergi untuk Keberhasilan

Keberhasilan program Sekolah Rakyat sangat bergantung pada proses pembinaan dan pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat antara sekolah rakyat, Kementerian Sosial, serta pihak terkait lainnya menjadi kunci utama.

Tahun ini, Sekolah Rakyat akan menerima tambahan sekitar 30 ribu siswa baru. Agus Jabo optimis bahwa pengalaman selama satu semester menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan dan dinamika tahun ajaran baru.

Advertisement

“Saya pikir ini modal kita dan ini harus kita pertahankan, harus kita kembangkan. Supaya niat dari presiden membangun Sekolah Rakyat betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan. Yaitu Untuk memutus transmisi kemiskinan,” ungkap Agus Jabo.

Mitigasi Risiko di Sekolah Rakyat

Agus Jabo juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan Sekolah Rakyat yang bebas dari perundungan (bullying), tindak kekerasan, dan intoleransi.

“Ini mohon ya karena memang latar belakang anak-anak ini bermacam-macam, dinamis sekali mudah-mudahan hal-hal seperti itu bisa dimitigasi di Sekolah Rakyat,” jelas Agus Jabo.

Perkembangan Toleransi di Kupang

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Felifina Agustina Kale, melaporkan perkembangan positif siswanya dalam satu semester terakhir, khususnya dalam hal toleransi beragama.

Ia mencontohkan kisah seorang siswa muslim bernama Anisa yang tetap nyaman menjalankan ibadah di tengah teman-teman yang berbeda agama. “Mereka (siswa) tidak menganggap bahwa perbedaan agama ini sesuatu yang justru membuat jarak di antara mereka, saya bersyukur sekali,” tutupnya.

Advertisement