Berita

Wamensos Ajak Pemda Sinergi Mutakhirkan Data Kemiskinan untuk Program Tepat Sasaran

Advertisement

Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Terpadu (DTSEN). Langkah ini krusial untuk memastikan program pengentasan kemiskinan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Mari kita bersinergi. Berangkat dari data ini, dengan pemutakhiran, supaya kemudian data ini objektif sehingga program-program yang disusun oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya, tidak ada manipulasi,” tegas Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat menerima perwakilan pemerintah Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Muna Barat di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, pada Rabu (4/2).

Agus Jabo menjelaskan bahwa DTSEN, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimutakhirkan melalui Kemensos, memegang peranan vital dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia menekankan bahwa DTSEN merupakan wujud sinergi lintas lini untuk mencapai target pengentasan kemiskinan yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

DTSEN kini menjadi satu-satunya sumber data rujukan bagi berbagai program kementerian/lembaga, termasuk Kemensos, sehingga fragmentasi data dapat dihindari. Oleh karena itu, pemutakhiran data yang dinamis menjadi sangat penting.

Advertisement

Untuk memfasilitasi pemutakhiran data, Kemensos menyediakan berbagai kanal, seperti musyawarah desa/kelurahan dan aplikasi Cek Bansos. Ketersediaan kanal ini diharapkan dapat memudahkan pemerintah daerah dalam memperbarui data.

Lebih lanjut, Agus Jabo merinci dua kategori pemutakhiran data: pertama, untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang dilakukan rutin setiap bulan; kedua, pemutakhiran data penerima bantuan sosial yang dilaksanakan setiap tiga bulan.

Ia berpesan kepada pemerintah daerah untuk mengawal proses pemutakhiran data ini dengan sungguh-sungguh. “Dinas Sosial di setiap daerah, ayo cepat berkoordinasi dengan BPS. Terus lakukan pemutakhiran agar seluruh bantuan sosial ini tepat sasaran, sampai seluruh data akurat,” ujarnya.

Agus Jabo juga memaparkan sejumlah program Kemensos yang memanfaatkan DTSEN, salah satunya adalah Sekolah Rakyat. Program ini merupakan miniatur pengentasan kemiskinan terpadu, yang memberikan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1-2 DTSEN). Selain itu, jika hasil asesmen mendukung, orang tua siswa juga berhak menerima bantuan usaha atau renovasi rumah tidak layak huni untuk perbaikan taraf hidup.

Advertisement