Berita

Wamenlu: Komite Nasional Berisi Teknokrat Palestina Akan Diisi dalam Board of Peace

Advertisement

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arif Havas Oegroseno, memberikan klarifikasi mengenai isu tidak adanya keterlibatan Palestina dalam Board of Peace. Ia menegaskan bahwa badan eksekutif tersebut akan membentuk sebuah Komite Nasional yang diisi oleh para teknokrat dari Palestina.

Pembentukan Komite Nasional

“Jadi Board of Peace (BOP) itu nanti ada namanya badan eksekusinya. Ada National Committee (Komite Nasional) yang isinya orang-orang teknokrat dari Palestina. Itu kesepakatannya seperti itu,” ujar Havas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Havas memastikan bahwa Board of Peace akan tetap melibatkan pihak Palestina melalui tim khusus yang terdiri dari para teknokrat. Ia menambahkan bahwa keanggotaan tim ini tidak akan terkait dengan afiliasi politik.

“Iya, iya (melibatkan Palestina). Jadi akan ada tim khusus yang teknokrat Palestina. Tidak terkait political affiliation tentu-tentu. Dan yang akan menjadi pelaksana dari kegiatan-kegiatan yang ada di BOP,” jelasnya.

Proses Perundingan Masih Berlangsung

Mengenai teknis iuran keanggotaan Board of Peace, Havas belum dapat merinci lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa proses pembentukan badan ini masih panjang dan banyak detail yang perlu dirundingkan.

Advertisement

“Jadi nanti prosesnya masih panjang. Jadi nanti aspek-aspek seperti masalah pembayaran, aspek masalah tugas nanti seperti apa, itu masih dalam perundingan,” ungkapnya.

Awal Mula Pembentukan Board of Peace

Havas kemudian menjelaskan bahwa pembentukan Board of Peace berawal dari pertemuan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang terdiri dari delapan negara. Dari pertemuan tersebut, muncul kesepakatan mengenai perlunya sebuah platform atau gerakan baru untuk mengkoordinasikan isu-isu di Timur Tengah.

Lihat juga Video ‘Tak Ada Pro-Kontra Saat Prabowo Bahas Board of Peace dengan Eks Menlu’: [Gambas:Video 20detik]

Advertisement