Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyatakan bahwa pemerintah masih akan menggunakan hasil sidang isbat untuk menentukan awal bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah. Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan kesamaan penetapan dengan Muhammadiyah.
Sidang Isbat Menjadi Penentu
“Nanti sidang isbat. Kalau soal awal puasa, kita membiasakan diri pakai sidang isbat,” ujar Syafii di gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026). Syafii belum merinci kapan sidang isbat akan dilaksanakan.
Meskipun demikian, ia menyampaikan harapan agar penetapan 1 Ramadan 1447 H tahun ini dapat bersamaan dengan yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah. “Mudah-mudahan bisa sama seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Lebih Awal
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.





