Berita

Wali Kota Padang Respons Kritik Gerindra soal Krisis Air Bersih: Ajukan Ratusan Sumur Bor

Advertisement

Wali Kota Padang, Fadly Amran, angkat bicara menanggapi kritik dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang terkait penanganan krisis air bersih di wilayahnya. Fadly Amran menyatakan bahwa Pemerintah Kota Padang telah mengajukan usulan pembangunan 264 sumur bor untuk mengatasi masalah tersebut.

Respons atas Kritik

Sebelumnya, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, mengkritik kinerja Pemkot Padang yang dinilai lamban dalam menangani krisis air bersih akibat kekeringan. Wahyu menyoroti bahwa Pemko Padang hanya mampu mengajukan lima titik pembangunan sumur bor, padahal pemerintah pusat siap membangun 300 unit.

Menanggapi hal ini, Fadly Amran menjelaskan bahwa ide pembangunan sumur bor baru muncul dalam rapat lima hari lalu. “Rapat itu kita inisiasi 5 hari lalu yang selama ini cara-cara yang kita lakukan tangki air dan lain-lain. Sepertinya tak bisa menjawab, karena ini masih pas rapat lahir lah ide sumur bor,” ujar Fadly kepada wartawan, Selasa (28/1/2026).

Ia menambahkan, saat ini telah ada 264 usulan pembangunan sumur bor yang diajukan ke Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (PBPK) Sumbar. “Kepala Balai bilang ajukan saja sebanyak-banyaknya, hari ini saya kirimkan. Tapi kita mesti tahu juga dari Balai kapan bisa menyelesaikan tersebut,” sambung Fadly.

Penanganan Awal dan Harapan Kolaborasi

Fadly Amran menyebutkan bahwa kekeringan di Kota Padang baru terjadi pekan kemarin. Langkah awal yang telah dilakukan adalah penyaluran air bersih melalui mobil tangki PDAM. “5 Hari lalu baru 5 titik (pengajuan), selebihnya mobil tangki yang jalan, belum sumur bor,” terangnya.

Ia berharap penanganan krisis air bersih ini dapat dilakukan secara kolaboratif antara Pemko Padang, Pemprov Sumbar, dan Pemerintah Pusat. “Kita bekerja sama tanpa saling tunjuk menunjuk, sekarang datanya sudah ada, nanti what next?” ucapnya.

Advertisement

Fadly mengusulkan adanya pembagian tanggung jawab dalam pembangunan sumur bor. “Kalau saran saya kita sharing saja dari Balai berapa, Kota berapa, Provinsi berapa, karena kalau dari kota saja kan nggak kuat,” tuturnya.

Lokasi Pembangunan Sumur Bor

Berdasarkan data yang diterima, usulan 264 sumur bor tersebut akan dibangun di beberapa kecamatan, yaitu Kota Tengah, Kuranji, Nanggalo, Padang Timur, Padang Utara, Lubukkilangan, dan Pauh.

Kritik Pedas dari Gerindra

Sebelumnya, Wahyu Hidayat dari Fraksi Gerindra menilai bahwa hambatan utama penanganan krisis air bersih bukan pada ketersediaan anggaran atau komitmen pemerintah pusat, melainkan pada lemahnya manajemen dan minimnya keseriusan jajaran Pemko Padang. Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Wali Kota Fadly yang dinilai lebih sibuk membangun pencitraan politik.

“Saya minta Wali Kota Padang berhenti sibuk pencitraan dan dongeng-dongeng calon Gubernur Sumbar. Masih lama. Rakyat butuh air bersih, bukan janji. Kondisi ini bukti kegagalan pemerintah dalam mengurus kebutuhan dasar warga,” tegas Wahyu.

Advertisement