Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, mendesak agar sistem barcode untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayahnya ditiadakan sementara. Permintaan ini diajukan khusus untuk periode bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Komunikasi dengan Pertamina
Dek Fadh mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan Direktur Utama Pertamina mengenai usulan ini. “Yang terakhir selama masa transisi pemulihan, kebijakan yang kami harapkan karena ini menjelang bulan suci Ramadan, Pak, dan kemarin saya juga telah berkomunikasi dengan Dirut Pertamina agar peniadaan barcode selama menjelang bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri nanti, Pak,” ujar Dek Fadh saat menyampaikan paparannya di hadapan pimpinan MPR RI di kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
Antrean Panjang Akibat Sistem Barcode
Menurut Dek Fadh, penerapan sistem barcode saat ini justru menimbulkan persoalan baru berupa antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ia menyebutkan antrean tersebut bahkan bisa mencapai 3 hingga 4 kilometer.
“Karena barcode ini, Pak, alat-alat berat kami masih bekerja ketika membeli di SPBU susah, Pak. Begitu juga antrean, Pak, sampai 3-4 kilometer di jalan. Seperti Bapak lihat di slide foto ini, ini antrean dikarenakan barcode, Pak, solar dan Pertalite. Ini antreannya, Pak,” jelasnya sambil menunjukkan foto yang menggambarkan panjangnya antrean kendaraan.
Aceh Minta Kekhususan Transisi Pascabencana
Lebih lanjut, Dek Fadh berharap Aceh dapat diberikan status kekhususan sementara terkait peniadaan sistem pembelian BBM subsidi dengan skema barcode. Ia menekankan bahwa Aceh masih dalam tahap transisi pemulihan pasca-bencana alam.
“Jadi harapan kami, ini bisa diberikan kekhususan karena kita masih dalam masa transisi, sedangkan empat kabupaten kami, Pak, masih dalam tanggap darurat, yaitu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, kemudian Aceh Tengah-Bener Meriah, ini masih tanggap darurat, Pak. Jadi harapan kami pertama adalah barcode ,” tegasnya.
Kunjungan Pimpinan MPR RI
Kunjungan pimpinan MPR RI ke Aceh pada Selasa (10/2) tersebut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, A. M. Akbar Supratman. Turut hadir pula pimpinan dari semua fraksi, Sonny Tri Danaparamita, Ferdiansyah, Robert Rouw, Chusnunia, Anton Sukartono Suratto. Selain itu, hadir pula Mendagri Tito Karnavian, pimpinan DPD Dedi Iskandar Batubara, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Badan Sosialisasi Abraham Liyanto, Plt Sekjen MPR Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, serta sejumlah staf khusus.






