Berita

Wagub Aceh: 13 Desa Masih Gelap Gulita Pascabanjir, PLN Kirim Genset

Advertisement

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Dek Fadh, melaporkan bahwa 13 desa di wilayahnya masih belum teraliri listrik pasca bencana banjir yang melanda akhir November lalu. Kondisi ini masih berlangsung hingga Selasa (10/2/2026).

Listrik Mati di 13 Desa

“Kemudian pelayanan kelistrikan. Kemarin kami habis rapat dengan Bupati/Walikota, ada 13 desa Pak, masih ada 13 desa semenjak bencana sampai hari ini mereka masih belum nyala listriknya,” ujar Dek Fadh saat memberikan paparan di hadapan pimpinan MPR RI di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh.

Menyikapi hal tersebut, PT PLN (Persero) berkomitmen untuk segera mengirimkan generator set (genset) ke 13 desa yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk memastikan warga tetap mendapatkan hak dasar kelistrikan.

“Tetapi komitmen PLN kemarin mereka akan mengirim dulu genset supaya bisa hidup dulu karena memang ini medannya yang terputus Pak. Tapi dengan di drop-nya genset dulu agar mereka bisa mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat yang lainnya,” jelasnya.

Dek Fadh menambahkan, kesulitan akses menjadi kendala utama belum pulihnya aliran listrik di wilayah tersebut.

Dampak Bencana yang Luas

Bencana banjir di Aceh dilaporkan berdampak pada 203 kecamatan dan 3.046 desa. Sebanyak 678 ribu Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 2,5 juta jiwa terdampak langsung oleh musibah ini.

Advertisement

“Bapak Ibu semuanya, perlu kami laporkan kepada Bapak-bapak MPR RI yang terhormat. Perjalanan bencana di Aceh ini sudah lebih kurang 12 bulan lebih. Saat ini kami Pemerintah Aceh terus melakukan penanganan untuk di daerah-daerah yang terkena bencana,” katanya.

Korban Jiwa dan Pengungsi

Data terbaru menunjukkan, 562 orang meninggal dunia dan 29 lainnya masih hilang. Sementara itu, sekitar 70.000 jiwa atau 17.000-an KK masih bertahan di posko pengungsian.

“Korban hilang sampai saat ini dan tidak ada pergerakan lagi adalah di 562 orang meninggal dunia dan 29 orang hilang. Pengungsi saat ini 17.000 sekian KK tinggal yang saat ini masih mengungsi, atau dengan jiwa lebih kurang 69 atau 70.000 jiwa pengungsi,” ungkapnya.

Kunjungan pimpinan MPR RI ke Aceh pada Selasa (10/2/2026) ini dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, A. M. Akbar Supratman, serta pimpinan dari semua fraksi. Turut hadir pula Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Advertisement