Berita7.co.id — Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan pemerasan terhadap bawahan. Kasus itu memicu perhatian publik di lingkungan pemerintahan daerah.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan pihaknya masih menunggu penjelasan resmi terkait perkara yang tengah ditangani KPK. Ia meminta kesabaran sambil menunggu informasi lebih lanjut.
“Kami belum bisa matur (bicara) banyak karena kita menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara, persoalan apa. Kita menunggu nggih,” ujar Sapto saat ditemui di Taman Makam Pahlawan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80.
Sapto mengaku belum mengetahui detail penyelidikan KPK dan meminta dukungan doa bagi mereka yang sedang dimintai keterangan. Ia berharap proses hukum berjalan lancar.
“Ya mohon doanya, kita semuanya terutama yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk bimbingan sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan baik-baik,” ucapnya.
Mengenai kelangsungan pemerintahan, Wabup memastikan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tetap berlangsung. Ia mengimbau seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Sukoharjo tetap tenang dan melaksanakan tugas seperti biasa.
“Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK,” tegas Sapto.
Ketika ditanya soal komunikasi terakhir dengan Bupati Etik sebelum kabar OTT merebak, Sapto mengatakan mereka sempat bertemu dalam sebuah acara di markas militer, namun tidak membahas urusan hukum.
“Kami ketemu terakhir kemarin di Batalyon Infanteri. (Pembicaraan soal OTT) Nggak ada. Cukup nggih, makasih ya,” tuturnya.
Ikuti Berita7.co.id
