Berita

Viral Pungli di Kota Tua, Pemprov DKI dan Polisi Janjikan Tindakan Tegas

Advertisement

Sebuah rekaman video yang diduga menampilkan aksi pungutan liar (pungli) di sekitar kawasan Kota Tua, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, telah menyebar luas di media sosial sejak Sabtu (7/2/2026). Video tersebut memperlihatkan dua orang yang menjaga sebuah jalan yang ditutup dengan beton. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengantre dan membayar sejumlah uang untuk dapat melintas. Bagi yang tidak membayar, mereka dihadang oleh kedua orang tersebut.

Polisi Lakukan Pengecekan dan Pembinaan

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Metro Tamansari AKBP Riyanto menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Ia berjanji akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku jika mereka ditemukan. “Akan kamu cek dan tindaklanjuti, nanti kita lakukan pembinaan di Polsek terhadap orang tersebut apabila dalam pengecekan masih ada,” ujar Riyanto, Sabtu (7/2/2026).

Tujuan pembinaan ini adalah untuk mencegah terulangnya kembali kejadian serupa. Pihaknya telah berupaya mencari keberadaan orang-orang yang ada dalam video tersebut. “Pasti kita lakukan pembinaan agar tidak melakukan hal tersebut lagi. Tapi setelah dicek pagi ini masih kosong, kita tunggu sampai mereka datang, baru kita lakukan pembinaan,” jelasnya.

Riyanto menambahkan bahwa pelaku sempat kucing-kucingan dan sulit ditemukan. “Pelaku nggak ada, sudah kita tungguin. Mereka kucing-kucingan,” imbuhnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa road barrier atau penghalang yang sebelumnya dibuka tutup oleh pelaku pungli kini telah ditutup. “Sudah (dicek), kita juga sudah tutup,” kata Riyanto.

Advertisement

Penempatan anggota di sekitar lokasi juga telah dilakukan. “Sudah ada anggota di situ. Kemarin karena ada pengalihan arus, sempat dibuka,” bebernya.

Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi untuk Pungli

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut angkat bicara mengenai aksi pungli yang terekam dan viral tersebut. Ia menegaskan akan menindak tegas para pelakunya. “Siapa pun yang melakukan pungli dan kemudian terbukti, saya akan bebas tugaskan di tempat itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Pramono menekankan bahwa tidak ada ruang kompromi untuk praktik pungli di ibu kota. Ia berpendapat bahwa pembangunan Jakarta harus didasari oleh komitmen yang kuat. “Enggak kompromi lagi dengan hal-hal seperti ini karena Jakarta harus dibangun dengan komitmen,” tegasnya.

Advertisement