Berita

Usai Razia Tambang Ilegal, Andre Rosiade Pastikan Antrean Solar di Pasaman Lancar

Advertisement

Pasaman, 19 Januari 2026 – Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryanta, meninjau langsung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawah Panjang di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, pada Minggu (18/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Andre Rosiade mengapresiasi langkah tegas jajaran Polda Sumbar. Kondisi SPBU yang sebelumnya kerap dipenuhi antrean panjang kendaraan, kini terlihat sepi dan lancar.

“Kita bisa lihat sendiri, hari ini di SPBU Sawah Panjang tidak ada lagi antrean. Masyarakat kini bisa menikmati Solar subsidi dengan lancar, aman, dan nyaman,” ujar Andre di lokasi. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto.

Kondisi yang kondusif ini disebut-sebut sebagai dampak langsung dari razia besar-besaran terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan Polda Sumbar di wilayah Pasaman dalam sepekan terakhir.

Andre Rosiade menegaskan bahwa hilangnya antrean solar bersubsidi menjadi bukti kuat dugaan bahwa selama ini kuota solar subsidi banyak tersedot oleh aktivitas tambang ilegal.

“Dulu, akhir November 2025, saya sudah minta kuota ditambah 15%, tapi antrean tetap ada. Namun setelah Pak Kapolda melakukan razia ‘pertambangan emas tanpa izin’, antrean solar langsung bubar. Ini membuktikan bahwa masalahnya adalah Solar subsidi digunakan oleh pihak yang tidak berhak, yaitu penambang ilegal,” tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.

Andre juga berdialog dengan pemilik SPBU dan sejumlah sopir yang sedang mengisi BBM. Mereka menyambut baik tidak adanya lagi antrean BBM Solar subsidi, terutama dalam sepekan terakhir pasca-razia tambang.

Advertisement

Senada dengan Andre, Irjen Gatot Tri Suryanta juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi pengawasan di lapangan. Ia berharap distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih atas kolaborasinya. Kita pastikan bahwa BBM bersubsidi ini hanya untuk mereka yang berhak. Razia ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola lingkungan agar sungai-sungai di Sumbar kembali bersih dari kerusakan akibat tambang ilegal,” pungkas Kapolda.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengakui pasca-razia tambang, antrean di SPBU juga menghilang. Ia berharap kondisi ini dapat bertahan lama.

“Kita melihat langsung bagaimana tidak ada antrean lagi. Semua lancar,” katanya.

Dengan normalnya kondisi SPBU, diharapkan produktivitas masyarakat di Kabupaten Pasaman, terutama sektor transportasi dan pertanian, dapat kembali meningkat tanpa terkendala kelangkaan bahan bakar.

Advertisement