Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali menghadapi masalah klasik: tumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau busuk menyengat. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan kembali menjadi sorotan warga akibat terhambatnya pengangkutan sampah.
Bau Busuk Hingga Ratusan Meter
Warga di sekitar pasar, seperti Roni (45) dari RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, mengaku terganggu oleh bau busuk yang bisa tercium hingga radius 200 meter dari lokasi pasar. Bau tersebut semakin menyengat, terutama saat sampah dibongkar atau ketika musim hujan.
“Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium,” kata Roni, Kamis (8/1/2026), seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan bahwa bau sampah ini bukan masalah baru, melainkan sudah terjadi selama bertahun-tahun. “Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi,” ujarnya.
Tumpukan sampah yang didominasi sisa sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar, semakin parah ketika pengangkutan terhambat. “Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga,” keluh Roni.
Lalat Berdatangan, Warga Enggan Protes
Keluhan serupa disampaikan Syahrul (50), warga lainnya. Ia menambahkan bahwa tumpukan sampah tersebut juga mengundang lalat berdatangan ke rumah warga, terutama saat musim buah.
“Sudah lama, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan seperti ini, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi,” kata Syahrul.
Meskipun resah, warga mengaku enggan menyampaikan protes secara langsung kepada pengelola pasar maupun Dinas Lingkungan Hidup.
“Tidak ada yang berani ngomong gitu aja. Tidak ada yang berani demo, tidak ada yang berani cuma hanya marah sendiri-sendiri aja ngomong begini,” ungkap Syahrul.
Tumpukan Sampah Mulai Diangkut
Menanggapi keluhan warga, Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyatakan bahwa tumpukan sampah mulai diangkut menggunakan sepuluh truk pada hari itu.
“Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan,” ujar Agus, dilansir Antara.
Pembersihan dilakukan oleh personel dan armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dibantu oleh UPK Badan Air serta pengelola pasar. Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan volume sampah yang menggunung.
Agus menambahkan bahwa operasi hari ini difokuskan pada penanganan tumpukan sampah yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah harian lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan penumpukan.






