— TransJakarta mengonfirmasi keterlambatan layanan pada beberapa rute setelah sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Rute yang terdampak meliputi 6U (Blok M – Pasar Minggu), 6W (Duren Tiga – Blok M via Bangka Raya) dan 7Q (Blok M – Cawang Cililitan), yang mengalami penundaan kedatangan menuju Blok M.

Dalam pengumuman yang diposting di akun X resmi, TransJakarta menulis, “#INFOTRANSJAKARTA | Rute 6U, 6W dan 7Q mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya truck yang menabrak JPO di sekitar Jl Kapten Tendean sehingga terjadi kepadatan lalu lintas di sekitarnya,”

TransJakarta menyampaikan permintaan maaf atas gangguan layanan dan mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi terkait operasi bus.

Lalu Lintas Macet

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya mencatat kejadian terjadi sekitar pukul 01.28 WIB di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan. Dalam laporan mereka disebutkan bahwa truk menabrak JPO hingga nyaris roboh.

TMC Polda Metro menulis, “06.19 Truck Crane menabrak Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO ) sekitar pukul 01.28 Wib di Jl. Kapten Tendean No.85 RT.2/RW.2 Mampang Pratapatn Kec. Mampang Prapatan Kota Jakarta Selatan arah Santa,”

Akibat peristiwa itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat. Petugas saat ini masih melakukan penanganan terhadap truk yang tersangkut.

TMC Polda Metro menambahkan, “Lalu lintas terpantau padat dan saat ini masih penanganan Petugas terkait,”

Pengendara diimbau menghindari ruas Jalan Tendean menuju ke Blok M. Foto dari lokasi menunjukkan kendaraan melaju pelan, serta salah satu tiang penyangga JPO tampak nyaris roboh dan anak tangga JPO tidak bisa digunakan.

Penyebab dan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menuturkan kejadian diduga terjadi saat sopir bermain telepon seluler saat mengemudi dan tidak memperhitungkan tinggi maksimal muatan.

BPBD menyatakan, “Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan maximal ketinggian muatan,”

Rinciannya menyebutkan truk bernomor polisi B-9077-UFU melintas di Jalan Kapten Tendean dan sopir sempat melihat adanya JPO. Namun karena diduga menggunakan ponsel saat mengemudi, sopir tidak memperhitungkan tinggi muatan sehingga menyangkut bagian JPO.

BPBD menegaskan, “Akibatnya dikarenakan tidak memperhitungkan maximal ketinggian muatan unit yang sedang diangkut menyangkut bagian JPO yang mengakibatkan kondisi JPO rusak cukup parah,”

Saat ini truk tengah ditangani petugas dan kondisi JPO dilaporkan mengalami kerusakan signifikan yang memengaruhi fungsi penyeberangan.