Berita

Tragedi di NTT: Siswa SD Gantung Diri di Pondok Bambu Diduga Tak Dibelikan Buku

Advertisement

Ngada, Nusa Tenggara Timur – Sebuah peristiwa tragis menggemparkan Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) berinisial YBR (10) ditemukan tewas gantung diri di pondok bambu tempat tinggalnya. Dugaan sementara, aksi nekat ini dipicu kekecewaan karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kehidupan Sederhana di Pondok Reyot

YBR semasa hidupnya tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 85 tahun di sebuah pondok kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan. Pondok berukuran sekitar 2×3 meter itu terbuat seluruhnya dari bambu, termasuk atapnya, dan berdiri di atas kolong. Kondisi ini membuat tempat tinggal tersebut jauh dari kata layak huni.

Sejak usia 1 tahun 7 bulan, YBR telah hidup terpisah dari ibunya. Sang ibu terpaksa membagi perhatian untuk kelima anaknya akibat kesulitan ekonomi. YBR kemudian diasuh oleh neneknya di pondok yang berlokasi di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Kondisi Memprihatinkan

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, yang turut mendatangi pondok tersebut, menggambarkan kondisi yang sangat memilukan. “Tinggalnya di pondok yang ukurannya sekitar 2×3, rumah kolong, pondok reot, yang menurut saya tidak layak untuk tinggal. Tapi itulah tempat tinggal almarhum sama neneknya,” ungkap Gerardus, dilansir detikBali, Rabu (4/2/2026).

Advertisement

Di dalam ruang sempit itu, aktivitas memasak dan tidur dilakukan berdampingan. “Masak di situ, tidur di situ mereka. Kayak pondok kita di kebun, tidur di situ, di samping itu tungku api,” lanjut Gerardus.

Kesederhanaan hidup YBR juga terlihat dari tempat peristirahatan terakhirnya. Jenazah bocah malang itu dimakamkan di belakang pondok, tak jauh dari tempat ia menghabiskan hari-harinya. “Kuburannya juga sedikit menyedihkan, pakai tanah semua, tidak ada semen,” ujar Gerardus lirih.

Advertisement