— JAKARTA – Prajurit Komando Gabungan (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Yahukimo, Papua Pegunungan. Jenazah ditemukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa operasi evakuasi ini melibatkan beberapa personel yang dibagi dalam unsur evakuasi dan pengamanan. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan pegunungan, kondisi cuaca, debit sungai, serta potensi ancaman keamanan.

“Lokasi jenazah diketahui telah berpindah ke bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari ruas Jalan Trans Papua yang menjadi lokasi terjadinya aksi penembakan,” ujar Letkol Wirya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Saat tim evakuasi bergerak, keberadaan OPM sempat terdeteksi di sekitar area kejadian. Terjadi kontak tembak antara TNI dengan kelompok tersebut. “Meski demikian, personel Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan,” ucapnya.

Setelah situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman, personel Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” tambah Wirya.

Berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Wirya menambahkan bahwa seluruh personel TNI berhasil menyelesaikan operasi tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak mereka.

Letkol Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa proses evakuasi ini merupakan bentuk kepedulian negara terhadap warga yang menjadi korban kekerasan. Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga beserta jajaran turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

“Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai,” kata Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Koops TNI Habema menekankan bahwa perlindungan terhadap masyarakat Papua akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Koops TNI Habema berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.