JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak bencana banjir dan longsor, memastikan kondisi infrastruktur, serta merencanakan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga di daerah rawan.
Peninjauan Jembatan Jamur Ujung
Salah satu titik yang dikunjungi Tito adalah Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam. Jembatan ini dilaporkan rusak akibat banjir dan longsor yang menyebabkan perubahan aliran sungai. Sungai yang semula kecil kini melebar, menggerus struktur tanah, dan merobohkan jembatan.
“Ini betul-betul longsor terjadi ini, sungai yang tadinya kecil [menjadi] lebar seperti ini dan (membuat) jembatan roboh,” ujar Tito dalam keterangannya, Senin (12/1/2026), merujuk pada kondisi yang ia lihat pada Minggu (11/1).
Apresiasi Gerak Cepat TNI
Tito Karnavian mengapresiasi kecepatan respons TNI dalam penanganan darurat di lapangan. Ia menyebutkan bahwa perbaikan sementara jembatan berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, memulihkan akses masyarakat.
“Tapi alhamdulillah ini teman-teman dari TNI cepat sekali ini 10 hari, di sana 4 hari, selesai,” ungkapnya, menyoroti efektivitas kerja tim.
Permukiman Rawan Menjadi Perhatian
Meskipun beberapa rumah tidak mengalami kerusakan berat, Tito menyoroti lokasi permukiman warga yang dinilai sangat rawan.
“Tapi kita lihat rumah-rumah ini, ini rumah-rumah ini tidak terdampak. Jadi kalau seandainya dikatakan rusak ringan, sedang, berat, ya dia nggak dapat apa-apa. Tapi lihat lokasinya, lokasinya ini rawan sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa struktur tanah berpasir di kawasan tersebut sangat rentan terhadap erosi, terutama saat hujan lebat. Oleh karena itu, relokasi menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan demi keselamatan warga.
“Ini kalau seandainya didiamkan, ada hujan lebat lagi, struktur tanahnya dari pasir. Ini bisa terjadi tergerus, jadi mau enggak mau kita harus relokasi,” tegas Tito.
Agenda Lanjutan dan Pemetaan Daerah Terdampak
Peninjauan ini merupakan kelanjutan dari rapat yang digelar Tito bersama kepala daerah se-Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh pada Sabtu (10/1). Rapat tersebut bertujuan menyerap aspirasi daerah untuk percepatan penanganan pascabencana.
Pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kabupaten Bener Meriah diidentifikasi sebagai salah satu daerah yang memerlukan dukungan percepatan pemulihan.
Selain Bener Meriah, Tito juga meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Gayo Lues pada hari yang sama. Rencananya, ia akan melanjutkan peninjauan ke daerah terdampak di Sumut dan Sumbar.
Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, serta pejabat terkait lainnya.





