Berita

Tiga Warga Kendal Hanyut Saat Arung Jeram Pakai Ban, Dua Selamat dan Satu Hilang

Advertisement

Tiga warga Desa Cepiring, Kabupaten Kendal, hanyut dan tenggelam saat melakukan aktivitas arung jeram menggunakan ban karet di Sungai Bodri. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, setelah ban yang mereka tumpangi terbalik.

Dua dari tiga orang tersebut berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Kronologi Kejadian

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB kami menerima laporan kejadian tiga orang tenggelam di Sungai Bodri. Ketiga korban merupakan warga Kecamatan Cepiring,” kata Iwan Sulistyo, dilansir detikjateng, Minggu (8/02/2026).

Dua korban yang selamat, Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (50), berhasil mencapai tepi sungai dan sebuah pulau kecil di tengah sungai. Warga sekitar yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan.

“Dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah menepi di pinggiran sungai dan ada yang di tengah pulau sungai. Kondisi keduanya lemas dan berhasil dievakuasi warga,” jelas Iwan.

Advertisement

Identitas Korban dan Tindakan Medis

Kedua korban yang berhasil selamat segera dibawa ke Puskesmas Cepiring untuk mendapatkan perawatan medis. “Dua korban atas nama Bayu Irawan dan Arif Kurniawan warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring. Dan kedua korban sudah dibawa ke Puskesmas Cepiring,” terangnya.

Pencarian Korban Hilang

Sementara itu, satu korban lainnya yang belum ditemukan adalah Muhammad Effendi (36), yang juga merupakan warga Desa Cepiring. Tim gabungan SAR BPBD Kendal, Basarnas Jawa Tengah, dan relawan masih terus melakukan pencarian.

“Masih ada satu orang yang belum ditemukan atas nama Muhammad Effendi warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring dan saat ini masih dalam pencarian. Ada tim gabungan dari SAR BPBD Kendal, Basarnas Jawa Tengah dan relawan yang melakukan pencarian korban,” ujar Iwan.

Pencarian terhadap Muhammad Effendi terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu malam karena hari semakin gelap. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (8/2/2026) pagi pukul 07.00 WIB dengan fokus di area sekitar lokasi kejadian.

Advertisement