Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis yang terpantau mengelilingi wilayah Indonesia. Keberadaan bibit siklon ini diprediksi akan memengaruhi kondisi cuaca serta ketinggian gelombang laut di beberapa daerah.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG pada Selasa, 3 Februari 2026, ketiga bibit siklon tersebut terbentuk pada waktu dan lokasi yang berbeda. Berikut rinciannya:
1. Bibit Siklon Tropis 92S
Bibit siklon tropis 92S terpantau mulai terbentuk pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 13.00 WIB. Pusatnya berada di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. BMKG memperkirakan bibit siklon ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia barat Lampung dan Bengkulu.
2. Bibit Siklon Tropis 94W
Sementara itu, bibit siklon tropis 94W juga mulai terbentuk pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di Laut Filipina, utara Papua. Namun, BMKG menyatakan bahwa bibit siklon ini tidak diprediksi akan menyebabkan cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi di Indonesia.
3. Bibit Siklon Tropis 98P
Bibit siklon tropis 98P tercatat mulai terbentuk lebih awal, yaitu pada 29 Januari 2026, pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di Teluk Carpentaria, sebelah barat Australia. BMKG memprediksi bibit siklon ini berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan bahwa bibit siklon 98P dapat menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah perairan berikut:
- Laut Arafuru bagian tengah
- Laut Arafuru bagian timur
- Laut Arafuru bagian barat
- Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Leti
- Perairan Kepulauan Babar
- Perairan Kepulauan Tanimbar
- Samudra Hindia selatan Kupang-Pulau Rote
- Samudra Hindia selatan Pulau Sumba-Pulau Sabu
- Laut Arafuru selatan Merauke
- Laut Sawu bagian utara
- Laut Sawu bagian selatan
- Perairan selatan Kupang-Pulau Rote
- Selat Ombai
- Perairan utara Kupang-Pulau Rote
- Selat Wetar






