Berita

Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI di DPR

Advertisement

Jakarta – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, menjadi salah satu kandidat yang menjalani proses seleksi tersebut. Agenda penting ini berlangsung di ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).

Pimpinan Rapat dan Penjelasan Jabatan

Sesi fit and proper test dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun. Dalam pembukaan rapat, Misbakhun menjelaskan agenda hari itu. “Mengawali rapat dengar pendapat umum hari ini kita agendakan lanjutan dari fit and proper test terhadap calon Deputi BI,” ujar Misbakhun. Ia menambahkan bahwa masa dinas calon Deputi Gubernur BI adalah lima tahun. “Perlu saya sampaikan bahwa masa dinas calon Deputi BI adalah 5 tahun dan kita memutuskan dalam RDPU ini untuk jabatan 5 tahun satu periode penuh,” jelasnya.

Tiga Calon Deputi Gubernur BI

Misbakhun memaparkan bahwa terdapat tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diajukan. Ketiga calon tersebut adalah Dicky Kartikoyono, Solikin Munajat Juhro, dan Thomas Djiwandono. “Sesuai dengan surat yang masuk ke pimpinan DPR RI dan ditugaskan ke komisi XI calon yang sudah kita uji kelayakan dan kepatutan pertama Solikin, baru selesai tadi Dicky, dan sekarang calon yang ada di depan kita Thomas Djiwandono,” terang Misbakhun.

Advertisement

Visi Thomas Djiwandono

Dalam kesempatan uji kelayakan, Thomas Djiwandono menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi kebijakan antara sektor fiskal dan moneter. Selain itu, Tommy juga bertekad untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Intinya ingin menjelaskan bagaimana sinergi kebijakan yaitu sinergi kebijakan antara fiskal dan moneter, tapi tentunya dengan otoritas keuangan lainnya dapat membantu pertumbuhan ekonomi kita lainnya ke depan,” ujar Tommy.

Advertisement