Berita

Tes Antemortem 8 Korban Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Rampung, 2 Kru Menyusul

Advertisement

Makassar – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah menyelesaikan pemeriksaan antemortem terhadap keluarga dari 8 korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Hingga kini, masih tersisa dua orang kru pesawat yang datanya masih dalam proses pengambilan sampel.

Proses Identifikasi Korban

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menyatakan bahwa tim DVI telah mengumpulkan data awal dan melakukan pemeriksaan terhadap 8 keluarga korban. Pemeriksaan ini meliputi pengambilan data, keterangan, serta tes DNA untuk keperluan pencocokan data korban.

“Kami telah melakukan pengumpulan data awal atau DVI adalah antemortem telah memeriksa 8 keluarga dari korban kecelakaan ini,” kata Kombes Didik Supranoto dilansir detikSulsel, Senin (19/1/2026).

Dua Kru Masih Menunggu

Menurut Didik, total korban sesuai manifes perusahaan penerbangan dan keterangan Kementerian Perhubungan adalah 10 orang, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Dua keluarga korban yang belum menjalani pemeriksaan antemortem adalah kru pesawat. Mereka direncanakan akan menjalani pemeriksaan pada hari ini.

“Kemudian yang dua masih menyusul karena total dari korban sesuai dengan manifes perusahaan penerbangan dan juga hasil keterangan dari Kementerian Perhubungan ada 10 korban,” jelasnya.

Advertisement

Tes Postmortem Menunggu Hasil Basarnas

Lebih lanjut, Didik menjelaskan bahwa tes postmortem baru dapat dilakukan setelah tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menyerahkan hasil pencarian, termasuk jasad korban dan barang temuan lainnya. Setelah data antemortem dan postmortem dicocokkan, barulah kesimpulan mengenai identitas korban dapat ditarik.

“Jadi 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Kemudian setelah kita melaksanakan tes atau pengumpulan data antemortem, kita akan melaksanakan tes postmortem,” imbuhnya.

“Setelah kita cocokkan baru kita bisa menyimpulkan apakah korban yang kita temukan itu sesuai manifes dengan yang sekarang disampaikan oleh pihak perusahaan penerbangan itu atau disampaikan oleh Kementerian Perhubungan,” terangnya.

Advertisement