Berita

Tergiur Gaya Hidup Mewah Timothy Ronald, Ratusan Investor Kripto Rugi Miliaran Rupiah

Advertisement

Seorang pelapor kasus dugaan penipuan trading kripto yang melibatkan influencer Timothy Ronald, yang akrab disapa Younger, menceritakan awal mula ketertarikannya pada aset kripto hingga akhirnya merugi hingga Rp 3 miliar. Younger mengaku tergiur melihat gaya hidup mewah Timothy Ronald yang kerap dipamerkan di media sosial.

Terpikat Pameran Kemewahan

“Si TR (Timothy Ronald) ini merupakan satu influencer yang sangat terkenal. Nah, saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah, itu saya tergiur,” kata Younger usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2026).

Ketertarikan Younger membawanya untuk membeli keanggotaan di Akademi Kripto, sebuah platform edukasi pasar aset kripto yang didirikan oleh Timothy Ronald bersama rekannya, Kalimasada. Biaya keanggotaan yang harus dibayar Younger tidak sedikit.

“Member-nya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp 9 juta. Terus diiming-imingi ada member yang lifetime seharga Rp 39 juta. Total ya saya habis di Rp 50-an (juta) lah kurang lebih, kurang lebihnya untuk member,” ungkapnya.

Janji Keuntungan Fantastis Berujung Kerugian

Timothy Ronald dan Kalimasada disebut menjanjikan keuntungan hingga 500 persen dari modal yang diinvestasikan. Namun, Younger kini harus menelan pil pahit karena mengaku rugi hingga Rp 3 miliar setelah melakukan trading kripto.

“Saya tergiur karena ada bukti signal bahwa dia mengatakan dari Rp 2 juta itu bisa jadi Rp 2 miliar. Beli koin apapun bisa untung. Dan saya kenanya tuh di ‘Koin Manta’ ini. Dan ada indikasi… dia kasih PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen,” imbuhnya.

Younger menambahkan, seluruh modalnya habis tak bersisa. “Habis, nggak ada, nggak ada, saya nggak tarik sama sekali. Nggak ada untung. Setelah untung, terus dimainin lagi kayak gitu. Tidak ada untung sama sekali. (kerugian) Rp 3 miliar,” tuturnya.

Ratusan Korban Lain Melapor

Pengacara Younger, Jajang, menyatakan bahwa ia telah dihubungi oleh banyak korban lain yang mengalami kerugian serupa. Hingga kini, tercatat ada 300 orang yang telah melaporkan kerugian mereka dengan nilai yang bervariasi.

Advertisement

“Yang sudah melaporkan ke kita, memberikan bukti-bukti kerugian, transfer, trading dan sebagainya itu 300 sampai saat ini. Makannya kerugian total mungkin bisa mencapai ratusan M (miliaran) untuk saat ini, dan itu terus berjalan sampai sekarang,” jelas Jajang.

Jajang juga mengungkapkan bahwa beberapa korban mengaku di-banned dari platform saat mencoba menanyakan perihal keuntungan yang dijanjikan.

“Mereka sudah keluar uang nih, tapi malah di-banned. Di-banned tahu artinya kan, tidak punya akses terhadap apa yang mereka beli. Nah ketika mereka di-banned, mereka mencoba untuk menghubungi admin dari Akademi Kripto, cuman di-read doang, nggak direspons,” kata dia.

“Jadi orang udah keluar uang sampai Rp 30 juta, Rp 40 juta, Rp 50 juta, eh apa namanya…iming-iming kita akan mendapatkan tuh signal atau masuk kelas, ini nggak. Di-banned, sampai saat ini kerugian mereka cukup banyak,” tambahnya.

Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut laporan dugaan penipuan trading kripto yang melibatkan influencer Timothy Ronald. Laporan tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

“Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Senin (12/1/2026).

Advertisement