Berita

Tebing Citeureup Bogor Retak 20 Meter, 21 Rumah Warga Terancam Longsor

Advertisement

Bogor – Retakan sepanjang 20 meter mengancam 21 rumah warga di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fenomena ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Penyebab dan Kondisi Retakan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama retakan pada tebing penahan tanah (TPT) jalan lingkungan. “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan tebing penahan tanah (TPT) jalan lingkungan mengalami retakan tebingan,” ujar Adam pada Sabtu (31/1/2026).

Petugas BPBD telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian pada Jumat (30/1/2026). Hasil investigasi menunjukkan dimensi retakan yang mengkhawatirkan: panjang 20 meter, tinggi 15 meter, dan kedalaman mencapai 50 sentimeter.

Ancaman Bagi Warga

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebanyak 21 rumah warga yang berada di dua RT terancam terdampak. Rinciannya, 14 rumah berada di Kampung Muara RT 01 dan 7 rumah di RT 02.

Advertisement

“Korban terancam di Kampung Muara RT 01 sebanyak 14 rumah dan di RT 2 sebanyak 7 rumah,” jelas Adam.

Kekhawatiran dan Kebutuhan Penanganan

Hingga kini, tebing penahan tanah tersebut belum mendapatkan perbaikan. Retakan tanah di sekitar tebing dilaporkan terus membesar, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya longsor yang lebih parah.

Adam menambahkan, “Dibutuhkan penanganan lanjutan dari instansi terkait, dikhawatirkan terjadi longsor akibat dari retakan di tebingan dan menyumbat aliran anak kali di wilayah tersebut.” Potensi longsor dikhawatirkan dapat menyumbat aliran anak sungai di area tersebut.

Advertisement