Banjir menerjang Perumahan Persada di Walantaka, Kota Serang, Banten, akibat jebolnya tanggul dan meluapnya kali. Permukiman warga terendam air sejak Senin (12/1/2026) malam.
Pantauan di lokasi menunjukkan air mulai memasuki kawasan perumahan setelah tanggul pembatas antara Perum Persada dan area persawahan jebol. Bersamaan dengan itu, debit air di kali sekitar permukiman juga meningkat drastis hingga akhirnya meluap.
Pada Selasa (13/1/2026) dini hari, ketinggian air di sebagian besar rumah warga dilaporkan telah mencapai 50 sentimeter. Salah seorang warga, Royhan, mengungkapkan kekhawatirannya jika ketinggian air terus bertambah dan masuk lebih dalam ke rumahnya, terutama mengingat cuaca ekstrem yang melanda Kota Serang sejak Minggu (11/1).
“Semoga saja tidak hujan lagi,” ujarnya penuh harap. Royhan menambahkan bahwa banjir di Perumahan Persada ini merupakan kejadian pertama kali. Kawasan tersebut biasanya bebas dari genangan air.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, yang berada di lokasi, menyatakan bahwa petugas telah disiagakan untuk penanganan banjir. “Kita evakuasi warga terdampak banjir. Kita tunggui, banyak yang memilih bertahan di rumah,” katanya.
Banjir dilaporkan juga melanda banyak kawasan lain di Kota Serang sejak Minggu (11/1). Pemerintah Kota Serang telah mengambil langkah dengan menyiapkan dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana ini.






