— Sebuah insiden viral terjadi di media sosial, menampilkan tangan seorang penumpang wanita yang terjepit pintu KRL saat kereta tersebut tetap melaju. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat penumpang tersebut sedang memegang segelas kopi ketika tangannya terjepit di antara pintu kereta.

Penumpang tersebut berusaha menarik tangannya agar terlepas dari jepitan pintu saat ia sudah berada di dalam gerbong. Penumpang lain turut membantu dengan berusaha merenggangkan pintu kereta. Petugas peron di stasiun terlihat memberikan isyarat ke arah belakang tempat petugas pintu berada, namun kereta tetap melanjutkan perjalanan.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Insiden terjadi pada Rabu (22/7) di Stasiun Duri, melibatkan Commuter Line nomor 5150 yang melayani rute Kampung Bandan-Bekasi.

Menurut laporan petugas, kejadian bermula ketika penumpang tersebut berusaha masuk ke dalam rangkaian kereta saat proses penutupan pintu sedang berlangsung. Diduga, penumpang tersebut sempat menahan pintu agar tidak tertutup sepenuhnya.

“Pengguna tersebut sempat menahan pintu kereta agar tetap terbuka untuk dapat masuk ke dalam rangkaian, sehingga tangannya terjepit pada pintu kereta,” jelas Leza.

Leza menambahkan, petugas peron segera memberikan tanda ‘tidak aman’ kepada petugas kereta. Pintu kereta kemudian sempat dibuka kembali. Setelah dipastikan lampu indikator pintu padam, kereta pun kembali berjalan.

“Pintu sempat terbuka untuk memastikan lampu indikator padam sehingga perjalanan Commuter Line lanjut,” ujar Leza.

KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan pengguna adalah prioritas utama. Perusahaan akan mengambil tindakan cepat jika ada kondisi yang berpotensi membahayakan penumpang.

Oleh karena itu, KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta ketika pintu sudah dalam proses penutupan. Hal ini penting untuk mencegah bahaya dan memastikan keselamatan diri.

Selain itu, pengguna juga diingatkan untuk selalu memperhatikan imbauan petugas, menjaga keselamatan diri, dan memberikan ruang yang cukup saat naik dan turun kereta. Tindakan ini bertujuan untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua penumpang.