Berita

Tanah Bergerak di Sukamakmur Bogor: 60 Keluarga Terdampak, Pemkab Kaji Relokasi Permanen

Advertisement

Bogor, Jawa Barat – Pergerakan tanah yang dipicu hujan deras melanda Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Kamis (29/1/2026), menyebabkan puluhan rumah rusak dan memaksa ratusan warga mengungsi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan sedikitnya 60 keluarga terdampak langsung oleh bencana alam ini.

Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 38 keluarga mengalami kerusakan berat pada rumah mereka. Sementara itu, 20 keluarga lainnya meskipun rumahnya tidak rusak parah, namun berada di zona yang tanahnya masih aktif bergerak. “Maka kita hitung total ada 58, dibulatkan kurang lebih ada 60 keluarga,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan pada Jumat (30/1/2026).

Menyikapi kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah cepat untuk menempatkan warga yang mengungsi. “Kita memastikan hari ini berkunjung tahap pertama adalah kita menempatkan warga masyarakat yang mengungsi di tenda agar sore hari ini, malam hari ini, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda,” jelas Rudy.

Pemkab Bogor juga telah menyiapkan solusi hunian sementara. “Maka Pemerintah Kabupaten Bogor hari ini membayar biaya untuk sewa rumah sementara selama 6 bulan ke depan untuk seluruh korban yang terdampak bencana,” tambahnya.

Kajian Geologi untuk Kebijakan Relokasi

Untuk menentukan langkah jangka panjang, Pemkab Bogor akan menurunkan tim geologi ke lokasi kejadian. Tim ini bertugas menganalisis struktur tanah guna mengevaluasi kelayakan hunian di area terdampak. “Kita pun dari tim geologi akan turun meninjau lokasi struktur tanah supaya kita bisa mengambil kebijakan ke depan terkait beberapa rumah-rumah yang akan dilakukan perbaikan oleh pemerintah Kabupaten Bogor,” sebut Rudy.

Advertisement

Jika hasil kajian geologi menunjukkan area tersebut tidak aman untuk dihuni, opsi relokasi permanen akan dipertimbangkan. “Kalau memang dari sisi kajian geologi tidak layak, maka kami akan bermusyawarah dulu dengan para tokoh masyarakat, dengan warga masyarakat, untuk melakukan relokasi,” tegasnya.

Penyebab dan Dampak Pergerakan Tanah

Peristiwa pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. “Intensitas hujan yang cukup deras di wilayah tersebut mengakibatkan pergeseran tanah,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani.

Dampak langsung dari pergerakan tanah tersebut meliputi kerusakan tiga unit rumah berat, lima unit rumah ringan, dan tujuh unit rumah lainnya juga mengalami kerusakan ringan. Meskipun tidak ada korban jiwa, sebanyak 51 orang dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Advertisement