Warga menyoroti aksesibilitas di Stasiun KRL Depok Baru yang dinilai belum ramah bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Sejumlah warga berharap stasiun tersebut dapat dilengkapi dengan fasilitas lift untuk memudahkan mobilitas.
Aksesibilitas yang Terbatas
Pantauan di Stasiun Depok Baru pada Minggu (22/2/2026) menunjukkan bahwa meskipun terdapat tangga untuk umum dan jalur terpisah untuk disabilitas dari pintu masuk, serta guiding block untuk tunanetra di area stasiun, akses menuju peron seberang masih menjadi kendala. Satu-satunya akses adalah melalui underpass yang hanya dilengkapi tangga tanpa guiding block.
Fasilitas kursi roda tersedia di setiap peron, namun hal ini tidak sepenuhnya membantu mobilitas penyandang disabilitas untuk berpindah peron karena keterbatasan akses underpass yang bertangga.
Kritik dari Pengguna
Aulia (25), salah seorang warga, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Stasiun Depok Baru. Ia menilai stasiun tersebut tidak ramah disabilitas, terutama saat jam sibuk.
“Sangat nggak ramah disabilitas, buat orang biasa aja itu kalau lagi jam pulang kerja padet banget naik turun tangga. Karena salah satu sisi tangganya kayak tangga di rumah, jadi engap banget. Dan ini harus disatuin sama lansia, disabilitas, orang udah pake kruk (alat bantu jalan) tetap harus naik tangga,” ujar Aulia kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Aulia juga menceritakan bahwa kerabat dekatnya terpaksa beralih menggunakan KRL dari Stasiun Pondok Cina karena tidak sanggup menaiki tangga di Stasiun Depok Baru. Ia berharap adanya lift di stasiun tersebut.
“lya kudu harusnya ada lift. Soalnya waktu itu ketemu orang tunanetra dia mau ke terminal kudu lewat tangga kasihan. Om aku jadi nggak bisa turun di Stasiun Debar (Depok Baru) karena nggak ada aksesnya. Dia punya kesehatan ginjal jadi cepet engap, sekarang turun Stasiun di Pocin atau UI. Tapi seringnya jadi nggak mau KRL-an lagi,” ucapnya.
Ia menambahkan, jika pembangunan lift belum memungkinkan, alternatif lain seperti jalur penyeberangan atas rel dapat dipertimbangkan.
“Minimal kalau nggak ada modal buat lift atau eskalator, bikin jalur penyeberangan atas rel dong. Kalau solusi ini udah nggak bisa dilakuin karena risiko, ya mikirin risiko penumpang juga dong,” tambahnya.
Perbandingan dengan Stasiun Lain
Tania (22), warga lainnya, turut menyuarakan hal senada. Ia menyatakan Stasiun Depok Baru tidak ramah bagi lansia dan disabilitas karena ketiadaan lift untuk perpindahan peron.
“Tidak ramah disabilitas dan lansia. Soalnya nggak ada liftnya buat perpindahan peron, dia ada kursi roda tapi tetep aja nggak bisa dipake ,” ujar Tania.
Ia membandingkan dengan Stasiun Depok Lama yang masih memiliki akses alternatif.
“Terus walaupun nggak ada lift, kalau Stasiun Depok Lama masih ada jalan di bawah kalau ada yang mau lewat pintunya dibukain dulu sama satpam. Nah Stasiun Depok Baru nggak ada samsek , dia cuma underpass tangga doang,” tambahnya.
Tania juga menyoroti sempitnya tangga underpass tersebut, yang membuat penumpang harus memutar melalui area pasar jika ingin menuju peron arah Bogor tanpa melalui tangga.
“Mana sempit tangga buat menuju ke bawahnya kalau dari peron Bogor. Jadi orang-orang yang mau ke arah terminal terus nggak naik tangga dia muter dulu ke pasar (turun di peron Bogor terus keluar muterin pasar). Ya harus ada lift kalau begitu,” ujarnya.





