Berita

Sri Meliyana Gerindra: Distribusi Dokter Spesialis Masih timpang, Perlu Kebijakan Afirmatif

Advertisement

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sri Meliyana, menyoroti ketimpangan distribusi dokter spesialis di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai persoalan utama bukan pada kekurangan jumlah dokter spesialis, melainkan pada ketidakseimbangan penempatan tenaga medis, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.

Kebijakan Belum Optimal

Sri Meliyana, kader dari partai yang dipimpin Prabowo Subianto, berpendapat bahwa berbagai kebijakan pemerintah terkait penugasan dokter spesialis di daerah belum berjalan optimal. Ia mencontohkan program wajib kerja dokter spesialis yang tingkat serapannya masih rendah dan belum mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

“Kita punya kebijakan penugasan dokter spesialis, tetapi yang terserap itu baru sekitar 20 persen. Artinya, kebijakan ini belum efektif untuk menjawab kebutuhan daerah,” ujar Sri Meliyana dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Dorong Kebijakan Afirmatif

Srikandi Partai Gerindra Sumatera Selatan ini menegaskan bahwa pemerintah perlu menghadirkan kebijakan afirmatif yang lebih kuat agar dokter spesialis bersedia bertugas di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus disertai insentif yang layak, jaminan keamanan, serta perlindungan kesejahteraan bagi dokter spesialis.

Advertisement

“Kalau hanya mengandalkan kebijakan tanpa insentif dan perlindungan yang jelas, tentu dokter akan memilih bertugas di kota besar,” kata Sri Meliyana.

Lebih lanjut, Partai Gerindra melalui Komisi IX DPR RI akan terus mendorong pemerintah untuk menata ulang kebijakan distribusi dokter spesialis agar lebih adil dan merata. Langkah ini dinilai penting guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, tanpa terkecuali.

Advertisement